Bertempat di hotel Novotel Yogyakarta, Program Pesantren For Peace (PFP) yang digagas oleh Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) bekerja sama dengan Konrad Adenauer Stiftung (KAS) dan Uni Eropa mengadakan kegiatan Workshop Pengembangan Desain Modul Pendidikan Toleransi, HAM dan Perdamaian di Pesantren.

Irfan Abubakar, Direktur CSRC dalam Focus Grup Discussion Pesantren for Peace yang diselenggarakan CSRC Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (12/3). (Foto-foto: Bayu Probo)

TANGERANG SELATAN, SATUHARAPAN.COM – Pesantren tempat strategis memasyarakatkan hak asasi manusia di Indonesia. Itulah kesimpulan dari Focus Grup Discussion Pesantren for Peace yang diselenggarakan Center for The Study of Religion and Culture (CSRC) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (12/3).