Lia Cgs

Pondok Pesantren secara historis adalah model pendidikan dan sistem pertama serta tertua di Indonesia. Pesantren dianggap sebagai sistem pendidikan asli Indonesia. Sudah sejak lama Pesantren menjadi lembaga yang membentuk watak dan peradaban bangsa serta mencerdaskan kehidupan bangsa yang berbasis pada keimanan, dan ketakwaan kepada Allah swt serta akhlak mulia.

Sejarah membuktikan besarnya konstribusi yang pernah dipersembahkan lembaga yang satu ini, baik di masa pra kolonial, kolonial, dan pasca kolonial yaitu pasca kemerdekaan hingga zaman reformasi. Pesantren secara historis mampu memerankan dirinya sebagai benteng pertahanan dari penjajahan atau imperialisme. Eksistensi pesantren di tengah pergulatan modernitas saat ini tetap signifikan. Kini, perkembangan pesantren dengan sistem pendidikannya mampu menyejajarkan diri dengan pendidikan pada umumnya.

Landasan kultural yang ditanamkan kuat di pesantren diharapkan menjadi guidence dalam implementasi berbagai tugas pada ranah pendidikan, sosial, ekonomi, hukum, maupun politik termasuk HAM dan penyelesaian konflik dengan damai baik di lembaga pemerintahan maupun swasta yang konsisten, transparan, dan akuntabel. Ini penting karena pesantren merupakan kawah candradimuka bagi munculnya agent of social change. Dan negara sangat berkepentingan atas tumbuhnya generasi yang mumpuni dan berkualitas. Oleh sebab itu, kepedulian dan perhatian negara bagi perkembangan pesantren sangat diperlukan.

Sangatlah tepat, Presiden Joko Widodo menetapkan Hari Santri Nasional yang akan jatuh setiap 22 Oktober, mulai tahun ini. Hari Santri Nasional ini diperingati sebagai penghargaan atas perjuangan kaum santri dan pesantren yang sudah tak terbantahkan lagi, terlebih dalam dunia pendidikan.

Bertepatan dengan Hari Santri Nasional, 22 Oktober 2015 kelak, PfP akan menjalankan program Training untuk para santri di Surabaya, selain untuk menyambut Hari Santri Nasional, juga untuk meningkatkan peran pesantren dalam merealisasikan perdamaian di Indonesia.

Project Officer PfP, Muchtadlirin, menyatakann bahwa “Kami sedang mempersiapkan hal spesial dalam training ke-3 ini, karena training ini bertepatan dengan Hari Pesantren Nasional. Ini merupakan apresiasi Pesantren for Peace atas Keputusan Presiden yang menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.” Ungkap Muchtadlirin.

 

Capacity Training diselenggarakan di 5 kota, yaitu Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Bandung dan DKI Jakarta. Training ini diikuti oleh 30 Santri di setiap kotanya. Tema yang diangkat adalah "Peningkatan Pemahaman Perdamaian Berperspektif HAM dan Islam"

  • 1. Abdul Warits

     

     

     

     

    Abdul Warits

    PP. An-Nuqoyah Sumenep

    “Sebuah Refleksi tentang Perbedaan”

    “Hidup Butuh perjuangan, dan perjuangan perlu perdamaian”

    Begituah ungkapan sederhana dari saya terkait dengan semakin maraknya perbedaan. Perbedaan merupakan sunnatullah (Hukum Alam) yang dari situlah akan melahirkan kasih sayang. Seperti sabda Nabi SAW

    Ikhtilaafu Ummatii rahmatun

    Artinya: “perbedaan dari ummatku merupakan sebuah rahmat.”

    Dari statement Nabi tersebut dapat saya ilustrasikan pada sebuah proses penciptaan Adam dan Hawa. Yang kemudian diciptakan dengan berbeda jenis kelamin, hingga melahirkan keturunan-keturunan sampai sekarang. Dan hal itu merupakan sebuah hikmah dari perbedaan.

    Jika dipandang sebelah mata, perbedaan juga dapat memunculkan pertikaian. Baik karena berbedanya kepentingan masing-masing, keinginan, dan prinsip yang berbeda. Dalam satu agamapun karena berbedanya paham/aliran-alirannya tidak jarang sekali timbul benih-benih konflik.

    Padahal dari perbedaan inilah kita harus saling melengkapi antara satu sama lain. Karena di dunia ini masih tidak ada yang sempurna dan serba kekurangan. Sangat selaras sekali dengan semboyan Indonesia, yaitu:

    BHINEKA TUNGGAL IKA”

    “Berbeda-beda Tapi Tetap Satu Jua”

  • 2. Moh. Sholehoddin

     

     

     

     

    Moh. Sholehoddin

    PP. Darus Salam

    Assalamualaikum

    Kesan:

    "Saya tidak pernah ikut acara ini sebelumnya dan saya bersyukur bisa ikut acara ini dan bisa mencari pengalaman dan menambah teman dan yang paling penting adalah saya bisa mendapat ilmu dan semoga ilmu yang saya dapat bisa jadi ilmu yang barokah amien."

    Pesan:

    "Jika teman-teman yang saya kenal dan guru yang saya kenal maka jangan lupakan kami karena kita adalah saudara."

  • 3. Moh. Hasan

     

     

     

     

    Moh. Hasan

    PP. Al-Hamidi, Mam ba'ul Ulum Madura, Pamekasan

    Kesan:

    "Saya sangat bersyukur sekali bisa ikut training ini, karena banyak sekali pelajaran yang saya dapatkan di acara ini. Yang pertama, saya bisa menambah wawasan dan memperluas pemikiran tentang Islam dan perdamaian. dan yang kedua, bisa kenalan dengan saudara-saudara saya yang dari pesantren-pesantren lain."

    Pesan:

    1. Saya berharap dapat mengikuti acara seperti ini lagi karena saya ingin sekali bisa memperluas wawasan dan pemikiran melalui acara ini.
    2. Saya berharap diundang lagi ke acara seperti ini karena saya bisa merasakan tinggal di hotel, bisa tahu suasana hotel.

     

  • 4. Abrory

     

     

     

     

    Abrory

    PP. Panggung Sampang

    Kesan:

    "begitu banyak pengalaman yang saya tahu. Apalagi di sini banyak hiburan-hiburan yang saya senangi sehingga saya sampai bingung untuk apa yang akan pertama kali saya manfaatkan apalagi waktu berkumpul dengan teman-teman. Saya itu sampek lupa waktu, apalagi kalau ngerjain temen-temen. Dan juga kesan yang selalu saya ingat pada lagi ngerjain temen-temen."

     

    Pesan:

    "Ingatlah akan kematian"

     

  • 5. Halimatus Sa'diyah

     

     

     

     

    Halimatus Sa'diyah

    PP. Al-Akhyar

    Kesan :

    Sangat menyenangkan

    1. Bisa menambah pengetahuan tentang HAM.
    2. Bisa mengenal ustadz dan ustadzah.
    3. Bisa menambah pengalaman.
    4. Ta'ajub dengan apa yang telah diciptakan oleh Allah.
    5. Menambah teman.
    6. dll.

    Pesan :

    "Semoga acara ini tidak hanya sekali dan bisa dilakukan kembali, sehingga bisa dirasakan oleh santri yang belum pernah merasakannya."

     

  • 6. Farihatul Faihaq

     

     

     

     

    Farihatul Faihaq

    PP. Al Fithrah Banat, Surabaya

     

  • 7. Abd. Mughis

     

     

     

     

    PP. Nahdlotul Atfal

  • 8. Ummi Jazila

     

     

     

     

    PP. Fathul Bashar

  • 9. Vivi Aristia Wulandari

     

     

     

     

    PP. Madzahibul Arb'ah

  • 10. Feriyanto

     

     

     

     

    PP. Darut Ta'lim

  • 11. Zainuddin

     

     

     

     

    PP. Darut Tauhid

  • 12. Fandy

     

     

     

     

    PP. Abu Syamsuddin

  • 13. Siti Romlah

     

     

     

     

    PP. Darus Salam

  • 14. Zainal Abidin

     

     

     

     

    PP. Darul Barokah

  • 15. Yatim Rahman

     

     

     

     

    PP. Miftahul Ulum

  • 16. M. Thobroni

     

     

     

     

    PP. Darut Ta'lim An Nawawi

  • 17. Fitriyah

     

     

     

     

     PP. Darul Rahman

  • 18. Abd. Shomad

     

     

     

     

    PP. Salafiyah Nurut Tafrihi

  • 19. Idofi

     

     

     

     

    PP. PP. Raudotul Falihin

  • 20. Nasikhul Anam

     

     

     

     

    PP. Bustanul Athfal

  • 21. Izzatul Qoyyimah

     

     

     

     

    PP. Nurul Huda

  • 22. M. Miftachul Ulum

     

     

     

     

    PP. Ihya'ul Ulum

  • 23. Ulfatul Jannah

     

     

     

     

    PP. Uswatun Hasanah

  • 24. Farida Rosalinda

     

     

     

     

    Farida Rosalinda

    PP. Darut Ta'lim

     

    Kesan saya mengikuti training ini karena saya ingin tahu lebih dalam lagi apa itu HAM dan saya juga tertarik akan kunjungan ke tempat pengungsian. Karena waktu si’A berada di GOR Sampang tepat di sebelah rumah saya belum bisa mencari tau asal muasal kenapa konflik itu terjadi.

    Sebelumnya saya juga pernah mengikuti seminar seperti ini di Jakarta, tetapi materi pembahasannya itu tentang bisnis. Jadi saya sangat bangga dengan adanya training Pesantren for Peace ini, dari sinilah saya tahu apa itu HAM lebih dalam lagi dan saya akan terapkan di lingkungan saya.

    Pesan saya di Training ini, saya harap setelah adanya training seperti ini ada tindak lanjut dari pemerintah, karena jika tidak ada tindak lanjut, semua akan sia-sia.

    “Good Luck”

  • 25. Dhiya'atul Haq

     

     

     

     

    Dhiya’ Atul Haq

    PP. Darul Ulum

     

    Bismillahirrohmanirrohim

    Puji syukur kepada Allah swt. Atas segala nikmat dan kesempatan yang diberikan kepada saya untuk mengikuti workshop dan fieldtrip ini. Begitu banyak kesan yang saya syukuri dan rasakan, ini adalah anugerah yang besar. Segala ilmu dan pengalaman yang tak terlupakan dan mungkin tak bisa saya peroleh kembali. Selain itu, begitu bangganya saya mengikuti kegiatan ini. Saya berharap nanti dan seterusnya saya bisa memanfaatkan ilmu yang saya peroleh saat ini dengan sebaik-baiknya untuk sekarang atau seterusnya, demi terciptanya perdamaian. Perdamaian yang diimpikan banyak orang, begitu pula dengan saya. Saya akan mencoba dan berupaya menjadi agen perubahan untuk terciptanya perdamaian dimanapun saya berada, untuk keluarga, lingkungan, pesantren, masyarakat lebih-lebih untuk negara ini.

    Saya berdoa indonesia dapat hidup damai, tak ada namanya konflik di berbagai daerah, apalagi yang menyangkut agama, Islam adalah agama yang damai, saya sangat setuju. Oleh karena itu santri-santri pesantren harus menjadi agen perdamaian yang membawa perubahan dan memberikan kontribusi besar bagi islam dan dunia.

    Semoga masih banyak lagi orang-orang yang mendapat pencerahan lewat workshop ini, untuk membuka pemahaman yang sama demi membangun perdamaian. Saya ingin bersyukur berkesempatan mengikuti ini dan ingin mengikuti kembali. insyaAllah.

  • 26. Kamalul Qomar

     

     

     

     

    PP. Tahfidul Qur'an Sunan Giri

  • 27. Fatkur Rois

     

     

     

     

    PP. Al Fatich

  • 28. M. Rido

     

     

     

     

    PP. Al Fatich

  • 29. Masluhah

     

     

     

     

    PP. Raudotus Sholihin

  • 30. Siti Lailatul Fadilah

     

     

     

     

    PP. Al Hasyimi

 

  • 1. Aditya Dwi Nur Jamil

     

     

     

     

    Aditya D. Nur Jamil

    PP Khozinatul Ulum, Blora

    Kesan :

    Dalam kegiatan ini, banyak sekali hal-hal yang berkesan, diantaranya

    1. Mendapat teman baru dari lain pondok.
    2. Dapat sharing mengenai kegiatan ini.
    3. Mendapat pengalaman baru.
    4. Jadi pernah tidur di hotel VIP.
    5. Dapat makan gratis.

    Pesan:

    1. Saya minta dalam kegiatan ini, mohon agar jadwal maupun pelaksanaannya itu tidak berbeda. Seumpama mulai jadwal pukul 08.00, tapi pelaksanaannya 08.20. jadi, saya minta ke depannya agar tepat waktu.
    2. Mohon yang diundang jangan hanya dari 8 kabupaten/kota, tapi semua kabupaten/kota se-Jawa Tengah.
    3. Mohon agar bisa mengkondisikan pesertanya agar acara tidak molor.

     

  • 2. Andre Ferdianto

     

     

     

     

    Andre Ferdianto

    PP Pancasila, Kota Salatiga

    Kesan:

    Dalam acara ini kami sangat banyak mendapat ilmu baru, entah itu ilmu cara menghargai orang lain, menyayangi orang lain atau yang lainnya. Kami jadi mengerti arti dari indahnya perdamaian dalam Islam. semoga dengan ini, kami bisa menjadi santri DUTA HAM (perdamaian umat) Amin.

    Pesan:

    Untuk CSRC, mari luaskan jaringan kita, terutama dari golongan non-Nahdiyin juga. Jadi, selain santri NU yang kita jaring, entah itu Muhammadiyah, Al-Irsyat, PKS, juga kita jaring agar ormas-ormas yang sama Garis besarnya yaitu ISLAM agar bisa lebih bersatu padu untuk membangun kejayaan Islam tanpa adanya “perselisihan, permusushan, tawuran dan kekerasan.” Jadi harapan kami, CSRC bisa menjadi wadah perdamaian umat Islam di Indonesia/bahkan di seluruh dunia.

  • 3. Davis Nafiah

     

     

     

     

    Davis Nafiah

    PP Tarbiyatul Mubalighin, Suruh, Kabupaten Semarang

     

    Kesan saya mengikuti acara ini, saya berterimakasih sekali kepada CSRC yang telah menyelenggarakan acara ini, karena acara ini luar biasa bagi saya dan teman-teman santri semua. Tidak semua orang mendapatkan kesempatan ini. semoga acara/ kegiatan ini bisa bermanfaat bagi kita semua dan semoga kita semua bisa mempraktekkan ilmu yang sudah kita dapatkan.

    Pesantren for Peace selalu di hati.

    Saran saya sering aja mengadakan acara seperti ini.

  • 4. Dian Lukman Hakim

     

     

     

     

    Dian Lukman Hakim

    PP Hasyim Asy’ari Bangsri Jepara

    Kesan:

    • Dengan mengikuti acara ini, saya lebih mengetahui hubungan HAM dengan Islam, dan itu sangat bermanfaat bagi saya dan teman-teman santri lainnya.
    • Fasilitas yang disediakan sangat memuaskan
    • Bertambah teman dari berbagai pesantren di Jawa Tengah

    Pesan :

    • Semoga acara ini dapat terus dilaksanakan, terutama di daerah-daerah yang masyarakatnya masih kurang pemahaman tentang hubungan HAM dan Islam.
    • Semoga dibuatkan Grup dalam facebook atau media sosial lainnya, supaya para santri (Peserta) bisa saling berkomunikasi satu sama lain, dan dengan fasilitatornya.

     

  • 5. Eva Roviana

     

     

     

     

    Eva Roviana

    PP AL-Muntaha Salatiga

     

    Kesan :

    • Selama mengikuti CSRC ini saya mendapat lebih banyak pengetahuan mengenai HAM, yang ternyata HAM adalah sesuatu hal yang menjelaskan lebih banyak hal mengenai Hak Asasi Manusia.
    • Selama mengikuti CSRC ini, saya menjadi lebih paham mengenai bagaimana tahap-tahap penyelesaian masalah yang benar. Yang mungkin dapat saya aplikasikan entah di pesantren maupun di masyarakat.
    • Menjadi lebih paham mengenai hak-hak orang-orang dan menjadi lebih paham bagaimana kita memandang perbedaan mengenai persepsi orang lain.
    • Menjadi lebih banyak punya teman dan saudara.

    Pesan :

    Untuk selanjutnya diharapkan pelatihan ini tidak hanya dilakukan untuk kalangan Nahdliyin seperti saran teman saya. Karena perjuangan akan perdamaian ini tidak akan berjalan begitu lancar bila kita hanya mengumpulkan satu kelompok saja. Karena yang terjadi di luar seperti yang pernah saya alami bahwa saya juga sering menemukan perbedaan persepsia tau pandangan dengan kelompok selain Nahdliyin.

     

  • 6. Farkhatul Janah

     

     

     

     

    Farkhatul Jannah

    PP API Al-Masykur

     

    Pesan :

    • Pelatihan seperti ini untuk diperluas sampai ke luar wilayah Jawa Tengah
    • Menambah kegiatan dengan sholat berjama’ah.

    Kesan :

    • Menambah pengetahuan baru.
    • Mempererat persaudaraan antar santri, khususnya yang mengikuti pelatihan ini.
    • Menjadi pengalaman yang sangat baik.
    • Menumbuhkan motivasi untuk selalu belajar di pesantren.
    • Melatih mental sebagai santri yang cinta perdamaian.
    • Menambah relasi, sahabat dan saudara.

     

  • 7. Fuad Mubarok

     

     

     

     

    PP Al Ghufron

  • 8. Hidayatul Khoiroh

     

     

     

     

    Hidayatul Khoiroh

    PP Edi Mancoro

    Kesan:

    Sungguh luar biasa, saya yang baru satu tahun berada di pondok pesantren bisa mendapat kesempatan untuk mengikuti training and field trip ini. yang pengalaman saya masih kurang, pengetahuan saya dalam pesantren kurang sekali, pemahaman tentang HAM pun masih sangat minim dibanding santri-santri lain dari ponpes yang berbeda.

    Ada rasa takut, minder, dan pesimis berada dalam satu forum dengan santri-santri senior, Kiyai, dan Gus. Tapi aku coba hilangkan rasa negatif itu, aku ubah menjadi motivasi dan pengalaman baru, belajar menjadi pribadi yang “more confidence”. Di hotel ini fasilitaspun sangat berbeda dengan di pondok hehe... yang paling penting adalah ilmu yang saya dapatkan dan sahabat-sahabat baru yang berta’aruf sejak tiga hari lalu.  

    Pesan:

    Terimakasih buat CSRC yang sudah menjadi ajang / sarana kami membuka wawasan tentang HAM dan terciptanya cinta yang merupakan rahmat Allah swt.

    Semoga tambah baik dan maju.

     

  • 9. Ika Mayasari Ismant

     

     

     

     

    Ika Mayasari Ismant

    PP Luhur Wahid Hasyim

     

    Kesan:

    Sebuah kehormatan dapat mengikuti acara Pesantren for Peace ini, karena tentu kita mendapatkan banyak ilmu. Ilmu terkait HAM yang dikaji dan dikaitkan dengan Islam. Dimana dikemas dengan menarik, menyenangkan dan tidak membosankan. Serta banyak hal-hal yang didapatkan baik dari segi ilmu pengetahuan, ilmu menjalin kerjasama, ilmu kekeluargaan, ilmu cinta kasih sayang, ilmu saling menghargai dan menghormati, dan ilmu perbedaan. Serta ilmu senam jiwa yang terkemas dalam sebuah canda tawa.

    Pesan:

    • Perlu mengenalkan CV pemateri yang lengkap.
    • Ke depan, ketika kegiatan seperti ini bisa diadakan di luar atau dengan mendirikan tenda (camp bersama), jadi tidak terkotakkan dengan ruang dan dinding.

     

  • 10. Imroatul Faizah

     

     

     

     

    Imro’atul Faizah

    PP Asnawiyyah, Demak

    Kesan:

    Ternyata...

    Islam begitu sempurna dengan segala syari’at-syari’atnya, sehingga mampu mengundang aspirasi dunia untuk memperdalam ajaran-ajarannya, walaupun bukan dari keyakinannya. Itu artinya, ajaran islam adalah ajaran Universal yang seharusnya mampu mendamaikan dunia dengan segala konflik-konfliknya.

    Ternyata...

    Bukan kita harus memandang manusia dengan beragam agamanya, beragam bu8dayanya, beragam bahasany6a, tapi kita harus memandang bahwa dia manusia...

    Manusia yang berhak mendapat pengakuan dan penghargaan.

     

    Pesan:

    • Kalau pesertanya di tambah dari berbagai penjuru tanah air, seru tuh...
    • Kalau diizinkan ikut lagi, boleh tuh... hehe

     

  • 11. Khoirul Anam

     

     

     

     

    Choirul Anam

    PP Al-Islah

     

    Alhamdulillah dalam pelatihan ini saya pribadi menjadi semakin mengetahui tentang HAM, konflik dan bagaimana cara untuk mengatasi konflik tersebut.

    Selain itu saya juga menjadi tahu bahwasanya HAM sangat sangat relevan dalam dengan agama Islam.

    Semoga kegiatan ini bisa selalu berlanjut di berbagai daerah bukan hanya di Jawa Tengah / di Jawa saja. Tapi bahkan bisa dilaksanakan di Sumatera.  

     

  • 12. Laili Safa’ah

     

     

     

     

    Laili Safa’ah

    PP Nurul Asna Salatiga

    Kesan :

    • Kegiatan pelatihan dan field trip ini sangat baik dan luar biasa, layanan serta kontrak belajar selama kegiatan terlaksana dengan baik. Konsep yang ada dalam kegiatan ini sangat memiliki manfaat luar biasa.
    • CSRC dan panitia penyelenggara memberikan pengalaman yang indah bagi saya, serta sebagai pintu untuk membuka jaringan lebih luas khususnya di Pesantren.

    Pesan:

    Berakhirnya pelatihan ini diharapkan ada pendampingan dalam melaksanakan rencana tindak lanjut.

     

  • 13. Lia Arum Gondosari

     

     

     

     

    Lia Arum Gondosari

    PP Ashshodiqiyah Semarang

    Pesan :

    • Semoga acara Pesantren for Peace ini bisa berkembang luas dan yang mengikutinya bukan hanya dari pesantren yang mahasiswa, tetapi santri yang masih duduk di bangku SMK/SMA.
    • Tetap diadakan acara seperti ini, mungkin bisa satu tahun 2 kali. Agar lebih mempererat tali silaturahmi antar pesantren.

    Kesan :

    • Menambah pengalaman
    • Bisa mempererat tali persaudaraan antara berbagai pesantren
    • Bisa mengerti apa itu HAM dalam Islam
    • Menjadikan santri paham bahwa Hak Asasi Manusia dijelaskan di dalam Al-Quran dan Hadist.

     

  • 14. Lutfie Ainun Nafiin

     

     

     

     

    Lutfi Ainun Nafi’in

    PP Huffadz Roudlotul Furqon, Krajan, Kebumen, Banyubiru

     

    Kesan :

    Luar biasa...!

    Sangat membantu sekali bagi kita yang belum mengerti tentang HAM yang lebih luas pengertiannya, mendapat pelajaran tentang menangani konflik perdamaian dll.

    Tapi yang sangat saya sukai selain pelajaran-pelajaran tersebut, dapat bertemu dengan santri-santri dari pesantren-pesantren yang sangat hebat.

    Dapat mempererat hubungan antar pesantren yang akan menjadi harmonis. Kesannya sangat luar biasa buat PfP...! Good Job ^_^

    Pesan :

    Lebih dalam lagi penjelasannya jangan terlalu tegang, ada selingannya lagi, biar gak boring dan lebih dapat dipahami.

     

  • 15. M Ainur Rofiq

     

     

     

     

    M. Ainur Rofiq

    PP An-Nur Klego, Salatiga

     

    Kesan :

    • Saya senang dan berterimakasih karena sudah diberi kepercayaan untuk menjadi perwakilan menjadi peserta workshop yang dilaksanakan di Hotel Pandanaran Semarang selama 4 hari.
    • Saya juga mendapat pengalaman dari kegiatan ini, juga pengetahuan tentang pesantren for Peace, HAM dalam Islam itu kaitannya seperti apa. Banyak manfaat dari semua yang dilaksanakan dalam acara ini.
    • Dalam acara ini diajarkannya cara pemecahan konflik juga secara damai, dan bagaimana cara menanggulanginya agar tidak terjadi lagi dan tidak ada pihak yang merasa dicoret nama dalam HAM.

    Pesan :

    Saya pribadi ingin acara yang selama ini kita jalankan tidak hanya kali ini saja, tetapi tahun ke tahun lebih ditingkatkan lagi agar di daerah-daerah yang belum memahami dan belum mengerti agar lebih tau arti pentingnya diadakannya acara ini untuk membangun fanatisme dan nasionalisme yang baik dan kukuh. Mungkin hanya ini yang bisa saya sampaikan.

    Wassalamualaikum wr.wb

     

  • 16. M Syaifuddin Zuhri

     

     

     

     

     

    Muhamad Syaifudin Zuhri

    PP Kiyai Gading, Demak

    Pesan:

    • Kegiatan inilah sangat berarti. Jadi, mudah-mudahan kegiatan ini bisa menyebarluas di setiap daerah setempat.
    • Semoga kegiatan ini bisa diterapkan ke semua golongan dengan lancar.

    Kesan:

    • Sangat tidak terbayangkan saat mengikuti kegiatan ini, bisa mendapatkan pengetahuan yang sangat luar biasa.
    • Ternyata mental itu juga sangat penting dan dilengkapi dengan materi dan ditambah pengalaman.
    • Dari kegiatan inilah bisa mempererat, menyatukan tali silaturahmi kita.
    • Pokoknya banyak yang belum diungkapkan.

  • 17. M. Satrio Dwi P.

     

     

     

     

    M. Satrio Dwi Putranto

    PP Raudlotut Thalibin, Tugurejo, Tugu, Kota Semarang

     

    Kesan dan Pesan:

    Acara Pesantren for Peace ini adalah acara yang sangat berguna dan bermanfaat, khususnya pada santri yang notabenenya kurang informasi terkait dengan isu-isu nasional apalagi HAM. Terkait tentang materi-materi perdamaian, keadilan, kemasyarakatan, HAM, konflik dan masih banyak lainnya yang telah diberikan diharapkan mampu kita tingkatkan pemahaman kita terkait dengan materi tersebut dan mampu kita aplikasinkan dalam kehidupan sehari-hari di pesantren maupun di masyarakat. Serta sebagai bekal bagi kita dalam menghadapi suatu problematika yang terjadi di pesantren dan masyarakat agar kita mampu berperan aktif dalam menjunjung tinggi HAM dan perdamaian.

    Harapannya dalam kegiatan selanjutnya dapat ditingkatkan lagi kegiatan serta ditambah lagi pesertanya agar hasil yang dicapai lebih komplek dan komprehensif.

  • 18. Muhamad Nidhom Muis

     

     

     

     

    Muhamad Nidhom Muis

    PP An-Nur Jekulo, Ngembat, Kudus Nidzom

     

    Kesan :

    Alhamdulillah... dengan adanya acara ini, banyak sekali ilmu yang saya dapatkan, dan di acara ini saya belajar untuk menghormati, berbicara, mendengarkan, dan lain sebagainya. Dan yang paling berkesan dalam acara ini yaitu ketika permainan drama yang mana permainan itu sangat berharga bagi saya... dan di drama itulah yang biasanya sering terjadi di masyarakat sekitar kita.

    Pesan :

    Semoga acara CSRC ke depannya lebih maju, lebih banyak pesertanya dan semoga Allah memberi kemudahan bagi panitia untuk menyelenggarakan kegiatan ini (Amin).

  • 19. Muhamad Taslim

     

     

     

     

    Muhammad Taslim

    PP Al-Hasan Salatiga

    Kesan:

    • Indahnya bersilaturrohim
    • Banyak kenalan dan pengalaman
    • Indahnya kebersamaan

    Pesan:

    Semoga acara ini tidak menjadi awal dan akhir kita untuk bersilaturrohim dan menimba ilmu bersama

    Semoga semua pihak yang bersangkutan dalam acara ini senantiasa diberi keridhoan oleh Allah swt dan diberi kekuatan oleh-Nya.

  • 20. Muhammad Muslimin

     

     

     

     

    Muhammad Muslimin

    PP Sirojul Tholibin Brabo, Grobogan

    Pesan :

    • Cakupan audience lebih lias lagi, tidak hanya terkhusus pada daerah Semarang dan sekitarnya. Tapi, seluruh Jawa Tengah.
    • Mengundang tokoh HAM seperti Komnas HAM

    Kesan :

    • Pelayanan cukup memuaskan
    • Trainer cukup atraktif dan komunikatif
    • Pengkombinasian antara materi dan contoh sangat pas.

     

  • 21. Najmudin

     

     

     

     

    Najmuddin

    PP Roudlotut Thalibin, Kabupaten Semarang

    Kesan:

    • Acara ini membuka wawasan bagi santri yang sebelumnya tidak mengenal HAM dan Islam.
    • Pesantren selama ini phobia terhadap HAM karena dituduh merupakan produk orang Barat. Dengan acara ini, maka santri dapat memahami bahwa HAM telah ada semenjak zaman Nabi.
    • Pelayanan memuaskan.

    Pesan-pesan

    • Dibuatkan group di Fb untuk tindak lanjut diskusi sahabat-sahabat peserta training.
    • Tolong diberi lebih banyak waktu tanya jawab dalam materi serta diskusi antar peserta.

     

  • 22. Novia Faiz Safitri

     

     

     

     

    Novia Faiz Safitri

    PP Tarbiyatul Qoitot Semarang

    Kesan :

    Kegiatan ini sangat luar biasa untuk diaplikasikan di dalam masyarakat. Dengan pengetahuan-pengetahuan mengenai HAM. Sehingga kedepannya kita/ kami/ semuanya dapat menjunjung tinggi HAM, terutama di kalangan pesantren, masyarakat, nasional maupun dunia.

    Bersyukur sekali dapat mengikuti kegiatan ini yang pasti akan saya aplikasikan di masyarakat.

    pesan :

    Alangkah baiknya kegiatan ini diadakan follow up/tidak hanya berhenti di sini karena akan sia-sia sekali dengan tidak memanfaatkan ide-ide cemerlang dari kami.

    Diadakan kegiatan ini lagi dengan ormas-ormas lain di forum nasional.

     

  • 23. Nur Syahid

     

     

     

     

    Nursyahid

    PP Tajul Ulum, Brabo Tanggungharjo, Grobogan

    Kesan :

    • Dapat pengetahuan yang lebih mengenai HAM dan perdamaian
    • Jadi merasa terdorong untuk benar-benar menegakkannya, entah di pondok maupun di masyarakat.
    • Wawasan dan pengalaman baru
    • Tentunya tambah banyak teman.
    • Pengalaman pertama hidup di hotel.

    Pesan :

    • Dari para fasilitator jangan berhenti untuk terus memfasilitasi para kaum muda, anak pesantren khususnya, untuk lebih mengetahui pentingnya HAM dan perdamaian.
    • Ada tindak lanjut berupa kegiatan nyata.

  • 24. Puji Wartono

     

     

     

    M. Anis Anwar (Puji Wartono)

    PP. An-Najah Gondang Sragen

    Kesan:

    • Sangat luar biasa dan senang karena disini saya bisa mengerti apa sih arti perdamaian dan sangat berterimakasih karena dengan adanya kegiatan ini saya bisa kenal dengan para santri yang secara logis gak bakal kenal.
    • Acara ini juga membuat aku dan santri lain bisa mempererat tali saudara sesama umat muslim dan dapat bersilaturahim. Pokoe jos ganjos..
    • Kita bisa mengenal santri yang unik-unik.

    Pesan:

    • Terus perjuangkan kegiatan seperti ini, jadikan ini jalan menuju syurga yang ikut mengurusi ini.
    • Kalau bisa jangan hanya dari PP yang Nahdiyah saja, ajak juga PP yang lain.
    • Ajarkan juga perdamaian pada masyarakat kita

     

  • 25. Safi’i

     

     

     

     

    Safi’i

    PP Agro Nuur El-Falah, Kota Salatiga

     

    Pesan:

    Bahwasanya lembaga dan acara saat ini sangat baik untuk kalangan santri karena santri akan mampu dan faham dengan adanya acara “Peningkatan Pemahaman Perdamaian di Pesantrenberperspektif HAM dan Islam”.

    Kesan :

    Dengan diadakannya acara ini peserta mampu memahami apa itu Hak Asasi Manusia (HAM) dalam Islam. Maka kami selaku peserta sangat berterimakasih dengan diadakannya acara ini untuk meningkatkan kefahaman terhadap kami dalam acara training ini.

  • 26. Samsul Arifin

     

     

     

     

    Syamsul Arifin

    PP Al-Ma’Mur Purwodadi/Grobogan

    Kesan:

    • Kegiatan seperti ini adalah kegiatan yang sangat mendorong kalangan santri agar bisa memiliki/menambah pengetahuan menjadi seorang pemimpin. Kami bisa mengerti suatu konflik dan bisa pula memecahkan konflik ini dengan keadaan damai. Tanpa tidak ada pihak yang merasa dicoret nama baiknya dan HAM

    Pesan:

    • Kami/saya pribadi ingin kegiatan ini bisa dilaksanakan atau diagendakan setiap tahunnya, dan bukan hanya dari provinsi Jawa Tengah

    Saya bangga dengan kegiatan seperti ini

    Terima kasih bagi panitia dan para trainer-trainer semua

  • 27. Siti Sarah

     

     

     

     

    Pesan Kesan Peserta Training

    Siti Sarah

    PP Al-Hikmah Tugurejo

     

    Kesan :

    “Pengalaman Itu Lebih Mahal daripada Uang”

    Kesan saya mengikuti ini, saya bahagia. Ada banyak pelajaran yang tidak saya dapatkan di tempat lain, dan dari tempat ini saya memiliki modal pengetahuan sebelum saya terjun langsung di masyarakat.

    Dari acara ini saya tergugah untuk mempunyai sebuah “lembaga keadilan” pula. Dan dari acara ini saya mendapat kepercayaan diri untuk menyebarluaskan pemahaman Hak Asasi pada sahabat-sahabat saya, keluarga saya sebelum ke ranah yang lebih luas.

     

    Pesan :

    Semangat ya! Dalam mengubah mindset kami-kamui semua, khususnya orang-orang yang belum mengetahui akan hal ini.

    Sebelum sesuatu hal terjadi, dan sebelum perang besar terjadi, kita harus selamatkan Hak Asasi melalui perombakan pemikiran-pemikiran yang fanatik!

    Cinta Damai ^_^

  • 28. Ulfah Mahmudah

     

     

     

     

    Ulfah Mahmudah

    PP Al-Falah, Kota Salatiga

     

    Salam perdamaian

    “Pesantren for peace”

    Kesan:

    • Menambah wacana baru.
    • Metode penyampaian fasilitator yang beragam memudahkan peserta untuk menangkap materi.
    • Pengalaman yang baru baik dari orang lain maupun dari diri sendiri.
    • Menambah erat persaudaraan antar santri dari pelbagai pesantren.
    • Membekali santri akan pengetahuan pentingnya HAM dalam perspektif Islam maupun umum dan semoga bisa menerapkan di masing-masing pesantren maupun wilayah setempat.
    • Permainan dan refleksi menambah kesadaran betapa pentingnya kratifitas, kekompakan, persaudaraan dan perdamaian.
    • Peraturan yang kita buat dalam forum melatih peserta untuk disiplin, tanggap, serta konsisten dalam meakukan kegiatan.

  • 29. Wahyu Najib Fikri

     

     

     

     

    Wahyu Najib Fikri

    PP. Salafiyah Pulutan Salatiga

    Pesan:

    Semoga acara ini tidak hanya cukup berhenti sampai disini saja. Artinya harus ada kesinambungan agar dapat mewujudkan dan mempersatukan ukuwah islamiyah dan insaniyah antar pondok pesantren maupun personal.

    Kesan:

    Selama beberapa hari ini kami di sini cukup merasakan senang tentunya. Dan kami berharap untuk dapat konsisten dalam acara-acara seperti ini, yang khususnya saya juga lebih mantap dalam melakukan pijakan agar tidak melanggar HAM.

  • 30. Zulfatun Nuril Afifah

     

     

     

     

    Zulfatun Nuril Afifah

    PP An-Nur Semarang

    Kesan :

    Sangat menyenangkan bisa ikut acara ini. disini saya mendapatkan ilmu dan teman dari berbagaipondok pesantren. Sangat banyak ilmu dan pelajaran yang saya dapat dari acara ini.

    Pesan:

    Semoga ke depannya bisa tepat waktu dan dapat mengadakan acara seperti ini lagi. Semoga bisa tepat waktu sesuai jadwal.

     

 

 

  • 1. Toipah

     

     PP. Sunan Pandanaran

  • 2. Muhammad Iqbal Musthafa

     

     PP. al-Muhdi

  • 3. Iput Saputera

     

     PP. Al-Jauhar

  • 4. Ulfa thun chasanah

     

     PP. Binaul Ummah

  • 5. Ahmad Zuhdi

     

     PP.Ali Maksum

  • 6. Muhammad Irhamni

     

     PP. Al-Munawwir

  • 7. Ririn Inayatul Mahfudhoh

     

     PP. Aji Mahasiswa Al-Muhsin

  • 8. Nur Istiqamah

     

     PP. Puteri An-Najwah

  • 9. Ahmad Syamsuddin

     

     PP.Wahid Hasyim

  • 10. Zaki Romdhon Muhabib

     

     PP. Al-Luqmaniyah

  • 11. Wildan Rifqi

     

     PP. Nailul Ula

  • 12. Nur jannah

     

     PP.Nurul Ummah Puteri

  • 13. Umi Haniaturruwaida

     

     PP. Nurul Ummahat

  • 14. Zain Aprilia Rahmawati

     

    PP. Aswaja Nusantara

  • 15. Hilda Hilya

     

     PP. As-Salafiyah

  • 16. Arini Royyani

     

     PP. Al-Mahalli

  • 17. Nur Husaini

     

     PP. Al-Imdad

  • 18. M. Rofiq Wildan

     

     PP. Al-Baidhawi

  • 19. Maghfiroh

     

     PP. Nurus Salam

  • 20. Tsalis Fauzan

     

     PP. al-Qur’an Wates

  • 21. Zakia Munawarah

     

     PP. Diponegoro

  • 22. Lutfina Aulia

     

     PP. As-Sunniy Darussalam

  • 23. Miftahurrahman

     

     PP. An-Nur

  • 24. Mushonnif

     

     PP. Nurul Haromain

  • 25. Hasan Ali Assyafi’i

     

     PP. Ta’mirul Islam

  • 26. Muhammad Baihaqi

     

     PP. Al-Barokah

  • 27. Zainab

     

     PP. al-Qodir

  • 28. Umi Mar’afiyah

     

     PP. Hidayatul Mubtadiin

  • 29. Muhammad Pandu A.F

     

     PP. Hidayatul Mubtadiin

  • 30. Ahmad Idrus Rifa’i

     

     PP. Lingkar Studi Al-Quran Darul Qur’an wa al-Irsyad

 

 

 

 

  • 1. Ahmad Irfa'i

     

     

     

     

     

     

    PP Madinatunnajah

  • 2. Willy Wiguna

     

     

     

     

     

     

    PP Modern Assa'adah

  • 3. Nisa Alfiatin Najah

     

     

     

     

     

     

    PP An-Nuqtah

  • 4. Nurizka Awalia

     

     

     

     

     

     

    PP Daar El-Qolam

  • 5. Helda Recitasari

     

     

     

     

     

     

    PP Darunnajah 9

  • 6. Nur Ainun Septi Hedi

     

     

     

     

     

     

    PP Internasional Jagad Arsy

  • 7. M. Asep Ulinnuha

     

     

     

     

     

     

    PP Raudhatussalam

  • 8. Hafif Thariq Shihav

     

     

     

     

     

     

    PP Al-Mukhlisin

  • 9. M. Muslim Al-Jihad

     

     

     

     

     

     

    PP Al-Quran Nur Medina

  • 10. Heri Yana Jainuddin

     

     

     

     

     

     

    PP Nur Antika

  • 11. Miftahul Jannah

     

     

     

     

     

     

    PP Mustofa Kamil

  • 12. Muhammad Abdul Hamid

     

     

     

     

     

     

    PP Darus Sunnah

  • 13. Satria Nur Oktavianto

     

     

     

     

     

     

    PP Al-Ghazali

  • 14. Alvie Hasanati Ikhlasi

     

     

     

     

     

     

    PP Ardaniah

  • 15. Syarah Luthfiah Shofa

     

     

     

     

     

     

    PP Darus Sa'adah

  • 16. Nijma Kamalia

     

     

     

     

     

     

    PP Darul Mukhlisin

  • 17. Vina Nurul Afriani

     

     

     

     

     

     

    PP Darunnajah 8

  • 18. Yunengsih

     

     

     

     

     

     

    PP Riyadlu Thalibin Bani Sholeh

  • 19. Poppy Sri Dinasti

     

     

     

     

     

     

    PP Tahfidz Adh-Dhuha

  • 20. Rafe'i Nursin

     

     

     

     

     

     

    PP Tahfidzul Quran Al-Azhar Ummu Suwanah

  • 21. Ahmad Hamdani

     

     

     

     

     

     

    PP Ma'had Aly Putra UIN Jakarta

  • 22. Fatma Hidayah

     

     

     

     

     

     

    PP Baitul Qura

  • 23. Deni Saputra

     

     

     

     

     

     

    PP Nurul Huda

  • 24. Ahmad Avif Okjilshipia

     

     

     

     

     

     

    PP Tahfidz Daarul Qur'an

  • 25. Tanjilu Rahmah

     

     

     

     

     

     

    PP As-Siddiqiyah

  • 26. Fajar Syahrullah

     

     

     

     

     

     

    PP An-Najah

  • 27. Nuryadi

     

     

     

     

     

     

    PP Raudhatut Tauhid

  • 28. Faiz Dzu Daroin

     

     

     

     

     

     

    PP Mumtaz Ibadurrahman

  • 29. Siti Rodiah

     

     

     

     

     

     

    PP Ma'had Aly Putri UIN Jakarta

  • 30. Nurhabibah

     

     

     

     

     

     

    PP Sabiluna

 

 

 

 

 

  • 1. Tera Ummuttaufiqoh

     

     

     

     

     

     

    PP Mahasiswa Universal

  • 2. Inten Nurmalasari

     

     

     

     

     

     

    PP Al-Ihsan

  • 3. Mila Dwi Lasmirah

     

     

     

     

     

     

    PP Al-Musyawarah

  • 4. Khalimatu Shaadah

     

     

     

     

     

     

    PP Babussalam Cilengkrang II

  • 5. Diani Nurmahdiani

     

     

     

     

     

     

    PP Fatul Muin

  • 6. Ulyah Fathonah

     

     

     

     

     

     

    PP Miftahul Jannah

  • 7. Rosda

     

     

     

     

     

     

    PP Sukamiskin

  • 8. Mamduhah

     

     

     

     

     

     

    PP Baiturrahman 2

  • 9. Dina Rahmawati

     

     

     

     

     

     

    PP Al-Inayah

  • 10. Sulistiawati

     

     

     

     

     

     

    PP Al-Burhan

  • 11. Soviah Naharoh

     

     

     

     

     

     

    PP Assurur

  • 12. Kusniati

     

     

     

     

     

     

    PP Darun Nsya

  • 13. Siti Hasanah

     

     

     

     

     

     

    PP Khusnul Khotimah

  • 14. Rihma Rohmaniah Nurdini

     

     

     

     

     

     

    PP Al-Ishlah

  • 15. Sigit

     

     

     

     

     

     

    PP Al-Quran Babussalam

  • 16. Ihin Rosihin

     

     

     

     

     

    PP Tahfidz Madinatul Ulum

     

  • 17. Riki Zainal Maulid

     

     

     

     

     

     

    PPDarut Taqwa

  • 18. Andi Hidayat

     

     

     

     

     

     

    PPAl-Falah Dago

  • 19. Muhammad Zam-Zam Zakaria

     

     

     

     

     

     

    PP Matadah Al-Kurnia

  • 20. Muhammad Zainal Musthofa

     

     

     

     

     

     

    PP Sirnarasa

  • 21. Cep Deding Abdul Karim

     

     

     

     

     

     

    PP Miftahul Khoir

  • 22. Wawan

     

     

     

     

     

     

    PP Al-Ittifaq

  • 23. Saeful Lukman

     

     

     

     

     

     

    PP Al-Jawami

  • 24. Indra Suhendra

     

     

     

     

     

     

    PP Cikapayang

  • 25. Riki Abdul Fatah

     

     

     

     

     

     

    PP Al- Barokah

  • 26. Rizqi Fadlillah Ramadhan

     

     

     

     

     

     

    PP Ibadurrahman

  • 27. Ibnu Bahtiar Anwar

     

     

     

     

     

     

    PP Mas'udiyah

  • 28. Aziz Rohiman

     

     

     

     

     

     

    PP Miftah Al-Tanwir

  • 29. Muhammad Adzi Firdiansyah

     

     

     

     

     

     

    PP Yasasan At-Taqwa

  • 30. Naufal Andhika

     

     

     

     

     

    PP Al-Ihsan

     

 

 

 

Pesan Kesan Peserta Training

Siti Sarah

PP Al-Hikmah Tugurejo

 

Kesan :

“Pengalaman Itu Lebih Mahal daripada Uang”

Kesan saya mengikuti ini, saya bahagia. Ada banyak pelajaran yang tidak saya dapatkan di tempat lain, dan dari tempat ini saya memiliki modal pengetahuan sebelum saya terjun langsung di masyarakat.

Dari acara ini saya tergugah untuk mempunyai sebuah “lembaga keadilan” pula. Dan dari acara ini saya mendapat kepercayaan diri untuk menyebarluaskan pemahaman Hak Asasi pada sahabat-sahabat saya, keluarga saya sebelum ke ranah yang lebih luas.

 

Pesan :

Semangat ya! Dalam mengubah mindset kami-kamui semua, khususnya orang-orang yang belum mengetahui akan hal ini.

Sebelum sesuatu hal terjadi, dan sebelum perang besar terjadi, kita harus selamatkan Hak Asasi melalui perombakan pemikiran-pemikiran yang fanatik!

Cinta Damai ^_^

Imroatul Faizah, salah seorang peserta training dan field trip Semarang, yang berasal dari Pondok Pesantren Asnawiyyah – DEMAK menciptakan puisi khusus untuk Pesantren for Peace. Berikut puisi karya santri tersebut. 


 

 

 

 

 

 

"PESANTREN for PEACE"



Ketika kaum sarungan mengumpulkan kekuatan

Dari berbagai penjuru tanah air

Turun ke peradaban dunia

Membumikan laskar cinta di samudra raya



Mengangkat Hukukul adami atau HAM

Menuju perdamaian yang diharapkan

Teladan Rasulullah selalu diusung

Sampai ujung



Sejenak mereka lupa dengan antrian dan pelbagai kontroversi

Untuk menyelamatkan umat dengan negosiasi

Menuju sa'adatun nas au masholihul ibad

Dengan maqosidus syari'ah-Nya

 

Bukankah perbedaan adalah Rahmat-Nya

Dan rahmat adalah cinta

Dan cinta ada dalam islam



Disitulah kita diarahkan

Untuk melawan perbedaan dengan fanatisme dan toleransi

Tanpa memakai logika berfikir dengan emosi

Karena kitalah Duta HAM dan Agen Islam yang diharapkan



Imroatul Faizah (PP. Asnawiyyah – DEMAK)

Setelah sukses dengan training pertamanya di Surabaya, Pesantren for Peace (PfP) kembali mengadakan training untuk para santri di wilayah Semarang dan sekitarnya. Kegiatan ini merupakan program lanjutan dari serangkaian program yang telah sukses dijalankan tim PfP sejak Januari 2015, dan merupakan program unggulan yang digagas oleh CSRC Universitas Islam negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) dengan dukungan dari Uni Eropa dalam rangka meningkatkan kontribusi dan peran penting pesantren dalam mendorong moderasi Islam di Indonesia untuk menegakkan dan memajukan Hak Asasi Manusia, demokrasi, toleransi agama dan pencegahan serta penyelesaian konflik secara damai.

Kegiatan dengan tema “Peningkatan Pemahaman Perdamaian di Pesantren Berperspektif HAM dan Islam” ini dilaksanakan pada tanggal 29 September – 2 Oktober 2015 di Hotel Pandanaran, Semarang. Sebanyak 30 santri yang berasal dari sejumlah pesantren di kabupaten/kota di Jawa Tengah (Kabupaten dan Kota Semarang, Salatiga, Demak, Blora, Cepara, Kudus, dan Grobogan) mengikuti training ini dengan penuh antusias.

Sekretaris PfP, Idris Hemay, dalam sambutannya menyampaikan latar belakang terbentuknya PfP, tujuan PfP secara keseluruhan dan tujuan khusus kegiatan training ini, “Training ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan santri tentang Islam, Hak Asasi Manusia (HAM), perdamaian dalam Islam, dan meningkatkan keterampilan santri dalam menyelesaikan konflik secara damai dalam perspektif HAM dan Islam,” terang Idris. Ia menambahkan, bahwa betapa pentingnya santri dalam menyebarkan Islam yg ramah dan menjadi juru damai dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Pimpinan Pondok Pesantren Edi Macoro Semarang, Muhammad Hanif (Gus Hanif), dalam sambutannya menjelaskan tentang program PfP di Semarang Sebelumnya yaitu “Workshop Desain Modul Pendidikan Perdamaian Berperspektif HAM dan Islam” yang melibatkan 30 ustadz-ustadzah dari wilayah Semarang dan sekitarnya. Ia juga memberikan pemahaman kepada peserta tentang peran penting santri-santri pesantren dalam membangun jejaring antar pesantren dalam membangun perdamaian di Jawa Tengah. “Saya berharap, seluruh santri peserta training ini mengikuti kegiatan ini sebaik mungkin dan seaktif mungkin,” ujar Gus Hanif.

Dalam pelaksanaannya, training ini difasilitasi oleh para Trainer (ustadz-ustadzah dari daerah tersebut) yang sebelumnya telah dibekali oleh tim PfP dalam kegiatan Training of Trainers yang dilaksanakan bulan Agustus kemarin (18-21Agustus 2015). Para trainer tersebut adalah Choirul Iman, Alfiatu Rohmah, M. Aris Rofiqi,Cholilullah, Nasif Ubadah, dan Fahsin M. Faal. Mereka semua merupakan bagian dari tim penulis modul “Pendidikan Perdamaian Berperspektif HAM dan Islam” yang dijadikan bahan ajar dalam training tersebut.

Di penghujung kegiatan training ini, para peserta akan diajak untuk melakukan Field Trip ke PERCIK dan PP Edi Mancoro Salatiga dengan didampingi oleh Junaidi Simun, salah seorang supervisor dari CSRC yang akan membimbing para peserta untuk melakukan wawancara dan menuliskan laporan hasil pengamatannya atas kunjungan ke lokasi tersebut. Field trip ini dimaksudkan agar para peserta bersentuhan langsung dengan kehidupan empiris di lapangan dalam memperdalam pemahaman tentang perdamaian, HAM dan penyelesaian konflik secara damai.

Training peningkatan pemahaman perdamaian di pesantren berperspektif HAM dan Islam berikutnya, direncanakan akan dilaksanakan di Yogyakarta pada tanggal 22-25 Oktober 2015.

Center for the Study of Religion and Culture UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menerima kunjungan studi banding dari mahasiswa Pusat Studi Melayu (Department of Malay Studies) di Universitas Kebangsaan Singapura (NUS) pada tanggal 22 September 2015 dengan tema “Hukum, Advokasi dan Pembaruan”.

Sebanyak 17 mahasiswa S1 dan S2 Universitas Kebangsaan Singapura (NUS) disambut hangat oleh Direktur CSRC, Irfan Abubakar yang didampingi oleh researcher CSRC, Ahmad Gaus dan Junaidi Simun. Ketujuh-belas mahasiswa Universitas Kebangsaan Singapura (NUS) ini dikoordinir oleh Muhamed Imran, dan didampingi pula oleh Ketua Pusat Studi Melayu Universitas Kebangsaan Singapura (NUS), Noor Aisha Abdul Rahman.

Dalam pengantarnya, Mohamed Imran menyampaikan tujuannya berkunjung ke CSRC. Menurutnya, ada beberapa hal menarik yang ingin pihaknya ketahui tentang bagaimana advokasi dan pelatihan pembangunan masyarakat dalam bidang filantropi, perdamaian dan anti radikalisme yang diterapkan di Indonesia. “Juga, kami ingin mengetahui penelitian-penelitian yang telah dan sedang dilakukan di CSRC,” kata Mohamed Imran menambahkan.

Irfan Abubakar menjelaskan sejarah terbentuknya CSRC, tujuan, dan program-program yang telah dan sedang dilakukan di CSRC. Dalam hal ini, Irfan juga memperkenalkan salah satu program unggulan CSRC yang dijalankan sejak Januari 2015, program tersebut yaitu “Pesantren for Peace”.

Para mahasiswa tersebut tampak antusias menanggapi penjelasan yang dipaparkan Irfan Abubakar. Pada sesi tanya jawab, isu yang menarik perhatian mereka yaitu tentang penyelesaian konflik di indonesia serta bagaimana menangani hate speech dan radikalisme atas nama agama.

Direktur CSRC UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Irfan Abubakar, tampil sebagai pembicara dalam kegiatan konferensi internasional yang bertajuk “Multinational Efforts to Promote Freedom of Religion or Belief” yang diselenggarakan oleh the International Panel of Parliamentarians for Freedom of Religion or Belief (IPP-FoRB) dan Konrad Adenauer Foundation di One UN Hotel, New York. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari 17-19 September 2015 dan dihadiri oleh lebih dari 100 anggota parlemen dan lebih dari 40 pimpinan NGO dan organisasi keagamaan dari berbagai negara di seluruh dunia.

Konferensi ini menampilkan pembicara dari berbagai tokoh agama, meliputi Islam (Sunni dan Syiah), Katolik, Protestan, Kristen Ortodoks, Budha dan Hindu. Juga menampilkan Jan Eliasson yang mewakili Sekjen PBB Ban Ki Moon, Mr. Nasser Abdulaziz al-Nasser yang merupakan High Representative untuk Aliansi Peradaban PBB, serta tokoh-tokoh politik dari berbagai negara di Eropa, Amerika Utara, Amerika Latin, Afrika, dan Asia.

Pada kesempatan ini, Irfan Abubakar diundang sebagai peserta sekaligus pembicara mewakili NGO dan Organisasi Masyarakat. Irfan menyampaikan topik “Membangun Toleransi dan Kebabasan Agama di Indonesia: Masalah, Tantangan dan Masa Depannya.”

Dalam presentasinya, Irfan memaparkan tantangan yang dialami bangsa Indonesia selama lebih dari satu dekade terakhir dalam menghadapi tendensi intoleransi keberagaman dan konflik di beberapa tempat di tanah air termasuk yg paling terbaru yaitu kasus Tolikara.

“Intoleransi dapat berupa kebencian atas nama agama, diskriminasi, hingga kekerasan atau penganiayaan atas nama agama. Semua masalah itu menuntut upaya kongkrit di semua level negara dan masyarakat untuk mencarikan penyelesaian yang lebih permanen dan berkelanjutan,” ungkap Irfan

“Menanggapi permasalahan tersebut, CSRC UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berupaya membantu memelihara dan meningkatkan kemampuan kemampuan muslim untuk hidup berdampingan secara damai dan saling menghormati martabat dan hak-hak asasi setiap orang,” tutur Irfan melanjutkan. Dijelaskannya juga tentang berbagai program pelatihan agama dan HAM untuk para guru pesantren, program alumni, dan yang sedang dijalankan saat ini yaitu Pesantren for Peace (PfP).

Berbagai pemaparan yang disampaikan dalam forum NGO dan tokoh keagamaan ini merupakan suatu masukan penting untuk merancang rembukan atau rekomendasi yang merupakan output dari konferensi ini. Selanjutnya rekomendasi ini akan diserahkan ke PBB sebagai masukan untuk pemerintah masing-masing negara.

Dalam pidato sambutannya, presiden Konrad Adenaeur Stiftung menyampaikan kebanggaanya atas kerja dan upaya CSRC dengan dukungan KAS untuk menjalankan berbagai program tersebut. Dia bahkan mendorong agar pendekatan CSRC dalam mengatasi masalah intoleransi agama dapat menjadi model yg bisa diterapkan di negara lain.

Pesan Kesan Peserta Field Trip

Farida Rosalinda

PP Darut Ta’lim

 

Kesan saya mengikuti training ini karena saya ingin tahu lebih dalam lagi apa itu HAM dan saya juga tertarik akan kunjungan ke tempat pengungsian. Karena waktu si’A berada di GOR Sampang tepat di sebelah rumah saya belum bisa mencari tau asal muasal kenapa konflik itu terjadi.

Sebelumnya saya juga pernah mengikuti seminar seperti ini di Jakarta, tetapi materi pembahasannya itu tentang bisnis. Jadi saya sangat bangga dengan adanya training Pesantren for Peace ini, dari sinilah saya tahu apa itu HAM lebih dalam lagi dan saya akan terapkan di lingkungan saya.

Pesan saya di Training ini, saya harap setelah adanya training seperti ini ada tindak lanjut dari pemerintah, karena jika tidak ada tindak lanjut, semua akan sia-sia.

“Good Luck”

Page 17 of 23