Koleksi Naskah Khutbah Kontra Narasi Extremis

Lia Cgs

Dari tanggal 20 hingga 24 Mei yang lalu, 24 guru pesantren dari seluruh Indonesia mengambil bagian dalam workshop alumni yang pertama. Dalam bulan-bulan mendatang para peserta ini akan dilatih menjadi multiplikator atau pengganda gagasan demokrasi dan HAM – keberhasilan awal sudah mulai tampak.

KAS Indonesia bersama dengan mitra kooperasinya, CSRC melanjutkan kegiatannya dalam bidang Hak Asasi Manusia dan toleransi melalui pelatihan selama dua hari untuk 25 guru pesantren dari provinsi Gorontalo. Dalam kegiatan ini, kembali menjadi jelas bahwa Hak Asasi Manusia dan Islam dapat berjalan beriringan.

Bekerjasama dengan Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) dari Universitas Islam Negeri (UIN) serta 24 pesantren terpilih, KAS Indonesia dan Timor Leste mengembangkan sebuah Program Alumni untuk pengembangan demokrasi dan HAM.

Minggu ini delegasi guru Pesantren asal Indonesia bertamu ke Jerman dan Perancis. Dalam diskusi yang mereka hadiri, para peserta mendapatkan wawasan dan ide-ide untuk perlindungan efektif terhadap hak asasi manusia serta toleransi antar umat beragama dalam demokrasi.

Lima guru pesantren dari berbagai kota di Indonesia didampingi oleh Dr. Jan Woischnik (kanan), Pimpinan KAS Indonesia dan Timor Leste.
Lima guru pesantren dari berbagai kota di Indonesia didampingi oleh Dr. Jan Woischnik (kanan), Pimpinan KAS Indonesia dan Timor Leste.

 

Lima guru pesantren dari berbagai kota di Indonesia didampingi oleh Dr. Jan Woischnik (kanan), Pimpinan KAS Indonesia dan Timor Leste.

Program ini meliputi kunjungan ke Mahkamah Konstitusi Federal di Karlsruhe, Pengadilan HAM Eropa di Strasbourg serta kunjungan ke berbagai organisasi antar umat beragama di Jerman. Selain itu, dilaksanakan pula diskusi dengan para anggota Parlemen Jerman, Diplomat di Kementrian Luar Negeri dan para staf KAS pusat.

Melalui program ini memungkinkan para peserta untuk mengenal baik kondisi dan instrumen hukum, politik maupun sosial dari kehidupan yang berdampingan secara damai dalam sebuah masyarakat multikultural.

Sudah sejak tahun 2009, KAS Indonesia bekerjasama dengan Center for Study of Religion and Culture dari Universitas Islam Negeri (UIN) menyelenggarakan pelatihan bertemakan HAM, demokrasi, toleransi serta pendamaian konflik agama dan suku di seluruh propinsi di Indonesia. Para peserta dari pelatihan-pelatihan ini ialah guru-guru pesantren. Mereka dibekali untuk ikut membangun dialog internal dan antar umat beragama yang didasari konstitusi demokrasi sebagai tindakan preventif untuk menghindari konflik. Dalam hal ini, kecocokan antara nilai-nilai Islam dan demokrasi memainkan peranan yang penting. Sejak awal kerjasama sekitar 700 guru dari 300 pesantren di seluruh Indonesia sudah mengikuti pelatihan ini.

 

sumber: kas

Tuesday, 21 April 2015 15:20

Consultation Meeting

“Consultation Meeting”

Review Laporan Conflict Analysis Mapping

GG House Puncak, 19–21 April 2015

Thursday, 21 May 2015 15:05

Brainstorming Pemetaan Analisis konflik

Kegiatan Brainstorming pemetaan anasisi konflik sebagai kegiatan perdana PFP.

Kegiatan perdana dalam program PFP adalah penelitian “Conflict Analysis Mapping” yang didahului dengan kegiatan brainstorming untuk merumuskan berbagai hal penting dalam kegiatan penelitian. Kegiatan ini diikuti oleh 15 peserta diantaranya adalah Irfan Abubakar, Sholehudin A. Aziz, Idris Hemay, Efrida Yasnia, Chaider Bamualim, Muchtadlirin, Moh. Nabil, M. Nurhidayat, Haula Sofiana, dan Risma dari CSRC, Sarah Sabina Hasbar dari KAS, Ahmad Gaus AF dari PARAMADINA, Faisal Nurdin dari FISIP UIN, Junaidi Simun dari IMPARSIAL serta Ubed Abdillah dari ICRP.

Kegiatan Brainstorming ini berlangsung selama 3 hari, dimulai tanggal 9 Februari 2015 dan berakhir tanggal 11 Februari 2015 di GG House Puncak Bogor. Hal-hal yang dirumuskan dalam kegiatan brainstorming ini adalah:

  1. Mendiskusikan secara mendalam kerangka konseptual dan desain penelitian “Conflict Analysis Mapping”.
  2. Mendiskusikan secara mendalam kisi-kisi pertanyaan wawancara mendalam dan kriteria narasumbernya serta kisi-kisi pertanyaan FGD termasuk kriteria peserta FGD.
  3. Merumuskan panduan turun lapangan termasuk laporan hasil penelitian dan panduan laporan keuangan turun lapangan.

Hari pertama brainstorming ini diawali dengan sesi pembukaan yang diisi oleh sambutan direktur CSRC dan Manajer Program PFP perihal pentingnya program penelitian ini. Selanjutnya disampaikan Orientasi Program oleh koordinator program yang berisi penjelasan keseluruhan detail kegiatan penelitian. Kemudian dilanjutkan dengan sessi seminar ”Pelanggaran HAM dan Diskriminasi: Studi Kasus di Pulau Jawa” disampaikan oleh Anick HT. Dan penyampaian Kerangka Konseptual Penelitian oleh Chaider S. Bamualim.

Hari kedua, diisi diskusi tentang Metodologi FGD (Focus Group Discussion) dan In-dept Interview dan dilanjutkan dengan pembuatan draft guidelines wawancara mendalam beserta kriteria para nara sumber yang akan diwawancarai dan draft guidelines focus Groups Discussion (FGD) terutama terkait dengan topik-topik yang akan didalami beserta dengan kriteria para peserta yang akan diundang nantinya. Diskusi kelompok ini kemudian dipresentasikan di rapat pleno untuk dikritisi kembali hingga mendapatkan draft guidelines yang cukup operasional dan matang. Hari ketiga, diisi oleh pembahasan Format Laporan Penelitian.

Kegiatan brainstorming ini sangatlah dibutuhkan dan tepat dilakukan untuk mematangkan konsep penelitian dan design operasional penelitian demi menjamin terlaksananya keseluruhan rangkaian penelitian ini dengan baik.

Wednesday, 13 May 2015 17:09

Album Peserta Workshop Surabaya

Peserta Kegiatan Workshop yang diselenggarakan oleh PFP dengan tema pengembangan desain modul pendidikan toleransi, HAM dan perdamaian di Pesantren

Page 23 of 24