Kegiatan perdana dalam program PFP adalah penelitian “Conflict Analysis Mapping” yang didahului dengan kegiatan brainstorming untuk merumuskan berbagai hal penting dalam kegiatan penelitian. Kegiatan ini diikuti oleh 15 peserta diantaranya adalah Irfan Abubakar, Sholehudin A. Aziz, Idris Hemay, Efrida Yasnia, Chaider Bamualim, Muchtadlirin, Moh. Nabil, M. Nurhidayat, Haula Sofiana, dan Risma dari CSRC, Sarah Sabina Hasbar dari KAS, Ahmad Gaus AF dari PARAMADINA, Faisal Nurdin dari FISIP UIN, Junaidi Simun dari IMPARSIAL serta Ubed Abdillah dari ICRP.

Kegiatan Brainstorming ini berlangsung selama 3 hari, dimulai tanggal 9 Februari 2015 dan berakhir tanggal 11 Februari 2015 di GG House Puncak Bogor. Hal-hal yang dirumuskan dalam kegiatan brainstorming ini adalah:

  1. Mendiskusikan secara mendalam kerangka konseptual dan desain penelitian “Conflict Analysis Mapping”.
  2. Mendiskusikan secara mendalam kisi-kisi pertanyaan wawancara mendalam dan kriteria narasumbernya serta kisi-kisi pertanyaan FGD termasuk kriteria peserta FGD.
  3. Merumuskan panduan turun lapangan termasuk laporan hasil penelitian dan panduan laporan keuangan turun lapangan.

Hari pertama brainstorming ini diawali dengan sesi pembukaan yang diisi oleh sambutan direktur CSRC dan Manajer Program PFP perihal pentingnya program penelitian ini. Selanjutnya disampaikan Orientasi Program oleh koordinator program yang berisi penjelasan keseluruhan detail kegiatan penelitian. Kemudian dilanjutkan dengan sessi seminar ”Pelanggaran HAM dan Diskriminasi: Studi Kasus di Pulau Jawa” disampaikan oleh Anick HT. Dan penyampaian Kerangka Konseptual Penelitian oleh Chaider S. Bamualim.

Hari kedua, diisi diskusi tentang Metodologi FGD (Focus Group Discussion) dan In-dept Interview dan dilanjutkan dengan pembuatan draft guidelines wawancara mendalam beserta kriteria para nara sumber yang akan diwawancarai dan draft guidelines focus Groups Discussion (FGD) terutama terkait dengan topik-topik yang akan didalami beserta dengan kriteria para peserta yang akan diundang nantinya. Diskusi kelompok ini kemudian dipresentasikan di rapat pleno untuk dikritisi kembali hingga mendapatkan draft guidelines yang cukup operasional dan matang. Hari ketiga, diisi oleh pembahasan Format Laporan Penelitian.

Kegiatan brainstorming ini sangatlah dibutuhkan dan tepat dilakukan untuk mematangkan konsep penelitian dan design operasional penelitian demi menjamin terlaksananya keseluruhan rangkaian penelitian ini dengan baik.

Wednesday, 14 January 2015 14:12

Inception Workshop and Management Training di BOGOR

Written by

Sebagai langkah awal pelaksanaan program besar "Pesantren for Peace" maka terlebih dahulu dilaksanakan kegiatan "Ïnception Workshop" yang berisi penjelasan tentang segala hal terkait dengan mekanisme kerja program, contens program dan pelaporan program sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh EU dan KAS pusat. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh tim project PFP diantaranya adalah DR. Jan Woischnick, Mr. Thomas Yoshimura, Mr. Ari Stauss, Mrs. Sarah Sabina Hasbar, Mr. Irfan Abubakar, Mr. Chaider Bamualim, Mr. sholehudin, Mrs. Efrida YAsnia and Idris. Dan bertindak sebagai fasilitator kegatan ini adalah Mr. Lukas Lingenthal yang secara khusus datang dari German sebagai perwakilan langsung KAS Berlin untuk kegiatan EU Project.

Kegiatan inception workshop ini berlangsung selama 4 hari di hotel Novotel Bogor. Beberapa topic penting yang dibahas diantaranya adalah:

  1. Penjelasan umum perihal tujuan dan agenda workshop.
  2. Penjelasan umum perihal tujuan dari project PFP.
  3. Penjelasan umum perihal kegiatan-kegiatan dalam project PFP.
  4. Mekanisme pelaksanaan project: EU, KAS Berlin dan CSRC
  5. Penanda-tanganan kontrak kerja tim PFP.
  6. Rencana keuangan dan Pelaporan keuangan
  7. Rencana kegiatan dan dokumentasi
  8. Monitoring dan evaluasi
  9. Praktik pelaporan keuangan.

Menurut coordinator program PFP, Sholehudin A Aziz (CSRC UIN Jakarta), kehadiran program ini sungguh sangat penting dan bermanfaat karena seluruh hal terkait dengan program PFP dibahas secara detail baik terkait dengan mekanisme kerja, rencana kegiatan, pelaporan kegiatan, struktur kerja dan banyak hal lain lagi yang sangat penting.

Dengan hadirnya inception workshop ini diharapkan seluruh kegiatan dalam bingkai program PFP dapat berjalan lancer dan sukses. Amien

Pesantren For Peace (PFP) menyelenggarakan workshop Pengembangan Desain Modul Pendidikan Toleransi, HAM dan Perdamaian di Pesantren.

Wednesday, 13 May 2015 15:22

Aktivitas 1

Aktifitas 1

  1. Ïnception Workshop yang berlangsung selama 4 hari, bulan Januari 2015
  2. Pemetaan analisis Konflik yang berlangsung selama 3 bulan, yaitu bulan Februari-April 2015
  3. Proyek Pembuatan Website yang berlangsung selama 2 bulan, yaitu bulan Mei-Juni 2015
  4. Pengembangan Modul Manual yang berlangsung selama 3 bulan, yaitu bulan Mei-Juli 2015
  5. Pelatihan Kapasitas lokakarya dengan fokus khusus pada pengembangan prinsip-prinsip dan praktek pencegahan konflik dan mitigasi yang akan dimulai pada bulan Juli 2015 sampai bulan Juni 2016
  6. Kunjungan Turun Lapangan ke lokasi konflik yang akan dimulai pada Juli 2015 sampai bulan Juni 2016
  7. Penulisan Laporan yang akan dimulai pada bulan Juli 2015 sampai bulan Juni 2016

Irfan Abubakar, Direktur CSRC dalam Focus Grup Discussion Pesantren for Peace yang diselenggarakan CSRC Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (12/3). (Foto-foto: Bayu Probo)

TANGERANG SELATAN, SATUHARAPAN.COM – Pesantren tempat strategis memasyarakatkan hak asasi manusia di Indonesia. Itulah kesimpulan dari Focus Grup Discussion Pesantren for Peace yang diselenggarakan Center for The Study of Religion and Culture (CSRC) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (12/3).

Page 14 of 14