Minggu ini delegasi guru Pesantren asal Indonesia bertamu ke Jerman dan Perancis. Dalam diskusi yang mereka hadiri, para peserta mendapatkan wawasan dan ide-ide untuk perlindungan efektif terhadap hak asasi manusia serta toleransi antar umat beragama dalam demokrasi.

Lima guru pesantren dari berbagai kota di Indonesia didampingi oleh Dr. Jan Woischnik (kanan), Pimpinan KAS Indonesia dan Timor Leste.
Lima guru pesantren dari berbagai kota di Indonesia didampingi oleh Dr. Jan Woischnik (kanan), Pimpinan KAS Indonesia dan Timor Leste.

 

Lima guru pesantren dari berbagai kota di Indonesia didampingi oleh Dr. Jan Woischnik (kanan), Pimpinan KAS Indonesia dan Timor Leste.

Program ini meliputi kunjungan ke Mahkamah Konstitusi Federal di Karlsruhe, Pengadilan HAM Eropa di Strasbourg serta kunjungan ke berbagai organisasi antar umat beragama di Jerman. Selain itu, dilaksanakan pula diskusi dengan para anggota Parlemen Jerman, Diplomat di Kementrian Luar Negeri dan para staf KAS pusat.

Melalui program ini memungkinkan para peserta untuk mengenal baik kondisi dan instrumen hukum, politik maupun sosial dari kehidupan yang berdampingan secara damai dalam sebuah masyarakat multikultural.

Sudah sejak tahun 2009, KAS Indonesia bekerjasama dengan Center for Study of Religion and Culture dari Universitas Islam Negeri (UIN) menyelenggarakan pelatihan bertemakan HAM, demokrasi, toleransi serta pendamaian konflik agama dan suku di seluruh propinsi di Indonesia. Para peserta dari pelatihan-pelatihan ini ialah guru-guru pesantren. Mereka dibekali untuk ikut membangun dialog internal dan antar umat beragama yang didasari konstitusi demokrasi sebagai tindakan preventif untuk menghindari konflik. Dalam hal ini, kecocokan antara nilai-nilai Islam dan demokrasi memainkan peranan yang penting. Sejak awal kerjasama sekitar 700 guru dari 300 pesantren di seluruh Indonesia sudah mengikuti pelatihan ini.

 

sumber: kas

  • 0 comment
  • Read 335 times
  • Tagged under

Related items

Login to post comments