Print this page

Nilai-nilai Hak Asasi Manusia di Indonesia belum sepenuhnya dapat diterima dan diterapkan dengan baik oleh masyarakat terutama di kalangan pesantren yang menganggap HAM bertentangan dengan nilai-nilai syariat Islam. Melihat kurangnya pengetahuan masyarakat tentang HAM, maka kehadiran para pemimpin muda Muslim yang berwawasan HAM sangat diperlukan untuk menjadi motor penggerak perubahan serta agen yang dapat mempromosikan dan memberi pemahaman tentang HAM di masyarakat. Selain itu, kurangnya skill para peserta pelatihan yang sebelumnya dalam analisis sosial dan pengorganisasian masyarakat menjadi kendala saat mempromosikan HAM. Hal ini menjadi latar belakang Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta berkerja sama dengan Konrad Adenauer Stiftung (KAS) menyelenggarakan pelatihan berkelanjutan Religion and Human Rights Alumni-Program. Pelatihan dengan tema "Peningkatan Skill Analisis Sosial dan Pengorganisasian Masyarakat Untuk Promosi HAM" yang telah diselenggarakan di Hotel Singgasana Makassar pada tanggal 28 Oktober-1 November 2013. 

Tujuan pelatihan ini meningkatkan pengetahuan dan skill peserta dalam melakukan analisis sosial untuk promosi HAM. Selain itu, pelatihan ini juga meningkatkan pengetahuan peserta tentang pengorganisasian masyarakat untuk promosi HAM. 

Untuk mencapai tujuannya, pelatihan ini menggunakan gabungan 2 metode, yaitu pendalaman materi dan praktik. Metode yang digunakan lebih variatif dan kreatif agar seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan baik dan mendapatkan hasil yang maksimal. Pendalaman materi melalui seminar dimaksudkan untuk mendapatkan tambahan pengetahuan dari sejumlah pakar mengenai isu-isu dasar dan penting perihal analisis sosial, identifikasi kasus atau masalah, pemetaan "kawan dan lawan", teknik lobbying, dan teknik kampanye untuk promosi HAM. Sementara itu, praktik dimaksudkan untuk memberikan keterampilan bagaimana cara melakukan analisis sosial dan pengorganisasian masyarakat untuk promosi HAM. Untuk melengkapi pengetahuan dan keterampilan, para peserta mengunjungi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Makassar. 

Peserta pelatihan yaitu 23 orang ustadz-ustadzah pesantren alumni program pelatihan Agama dan HAM dari 21 Kota. Mereka adalah para peserta terpilih dari kegiatan advanced training periode pertama dan kedua di Bogor dan Lombok. 

Pelatihan dimulai dengan acara pembukaan dan sambutan oleh direktur CSRC Irfan Abubakar dan juga oleh Representatif KAS untuk Indonesia dan Timor-Leste Jan Woischnik. Hadir pula para pembicara yang kompeten di bidang HAM seperti Otto Nur Abdullah (KOMNAS HAM), Chaider S Bamualim (CSRC), Irfan Abubakar (CSRC UIN),  Junaidi Simun (Forum-Asia),dan Khaerul Anam (HRWG). 

Pada akhir sesi pelatihan diadakan kunjungan ke LBH Makassar. Perserta berdialog dan bertemu langsung dengan para pelaku lapangan yang berkerja menangani kasus-kasus hukum dan HAM. Mereka berdialog tentang bagaimana perjuangan, kendala dan langkah-langkah yang mereka lakukan dalam menangani kasus-kasus HAM terutama membela rakyat miskin untuk mendapatkan akses keadilan. 

Setelah pelatihan ini berakhir peserta semakin memiliki kesadaran dan komitmen untuk melakukan dan melanjutkan promosi HAM. Hal ini terlihat dari beberapa peserta yang mulai menunjukan komitmenya untuk mempromosikan HAM, dan mereka sudah mulai membuat proposal kegiatan HAM untuk dilaksanakan di daerahnya masing-masing.

 

Sumber: csrc.or.id

  • 0 comment
  • Read 372 times
  • Tagged under

Related items

Login to post comments