Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta bekerja sama dengan Konrad Adenauer Stiftung (KAS) telah sukses menyelenggarakan pelatihan berkelanjutan periode kedua dengan tema “Peningkatan Kapasitas Civil Society dalam Monitoring Pelaksanaan HAM oleh Pemerintah”. Pelatihan ini diselenggarakan di Hotel Sentosa Senggigi Lombok pada tanggal 27 sampai 29Agustus 2013.

Latar belakang dilaksanakan pelatihan ini karena melihat kondisi di negara Indonesia dimana nilai-nilai Hak Asasi Manusia belum sepenuhnya diterima dan diimplementasikan dengan baik oleh masyarakat. Maraknya aksi-aksi kekerasan baik atas nama agama maupun atas nama kepentingan kelompok-kelompok tertentu memicu konflik yang cukup berkepanjangan sehingga dapat mengganggu stabilitas masyarakat dan negara. Pelatihan sejenis ini sangatlah dibutuhkan oleh para pemimpin muda Muslim karena manfaat yang ditimbulkannya sangatlah besar. Kehadiran para pemimpin muda Muslim yang berwawasan HAM di tengah-tengah masyarakat dalam situasi dan kondisi seperti saat ini sungguh diperlukan untuk menjamin terciptanya tatanan masyarakat yang damai, aman dan tentram. Mereka adalah ujung tombak dan sekaligus sebagai motor penggerak perubahan serta agen reformasi pada masing-masing komunitasnya.

Tujuan dari pelatihan ini diantaranya meningkatkan pengetahuan peserta perihal peran civil society dalam monitoring pelaksanaan HAM oleh pemerintah, memperluas pengetahuan mereka tentang metode-metode monitoring penanganan kasus HAM, dan memberikan kemampuan keterampilan dan skill bagi para peserta dalam membuat laporan kasus HAM.

Peserta pelatihan diikuti oleh 23 orang, yang terdiri dari para ustadz-ustadzah, alumni program “Pelatihan Agama dan HAM” dari 21 kota di Indoesia dan mereka adalah para peserta terpilih yang juga telah mengikuti kegiatan advanced trainingperiode pertama di Bogor. Pelatihan dimulai dengan pembukaan dan sambutan oleh direktur CSRC Irfan Abubakar dan juga oleh Representatif KAS untuk Indonesia dan Timor-Leste. Pelatihan juga dihadiri oleh para pembicara yang kompeten di bidang HAM seperti Muhammad Nurkhoiron (KOMNAS HAM), Poengky Indarti (Imparsial), Irfan Abubakar (CSRC UIN), Junaidi Simun (Forum-Asia),dan Fery Kusuma (Kontras).

Tanggal 29 Agustus 2013 pelatihan diakhiri dengan kunjungan ke kampung pengungsian Jemaat Ahmadiah di Lombok Tengah. Kunjungan peserta pelatihan dalam rangka observasi lapangan dan mengetahui realita pelanggaran HAM yang terjadi di daerah tersebut. Peserta pelatihan berdiskusi dengan para pengurus jemaat Ahmadiah diantaranya Nasyiruddin (juru bicara jemaat Ahmadiah daerah tersebut) dan Syahiddin (ketua jemaat Ahmadiah daerah tersebut). Pengurus jemaat Ahmadiah menjelaskan tentang realita yang terjadi pada jemaat ahmadiah di pengungsian yang cukup memprihatinkan. Para pengungsi kehilangan hak mereka sebagai warga negara Indonesia dan sulit untuk bersosialisai dengan warga di luar jemaat mereka. Para pengurus jemaat Ahmadiah berharap mendapat perhatian dan bantuan langsung dari pemerintah karena mereka sebagai warga negara Indonesia mempunyai hak yang sama dengan warga yang lain.

Setelah pelatihan berakhir peserta semakin terpacu untuk meningkatkan pengetahuan dan skill mereka di bidang HAM. Selanjutnya mereka diharapkan dapat memonitoring pelaksanaan HAM oleh pemerintah dan menjadi agen yang ikut mempromosikan nilai-nilai HAM di daerah mereka masing-masing.

 

Sumber: csrc

  • 0 comment
  • Read 391 times
Login to post comments