"Imam al-Ghazali"

Menulis memang menjadi salah satu alternatif untuk menuangkan pikiran dan perasaan. Dengan menulis seseorang bisa menuangkan gagasan-gagasan hebatnya, dengan menulis seseorang bisa mencurahkan isi hatinya, dikala senang, bahagia ataupun gundah gulana. Dikala tidak ada seorang pun yang mau mendengarkan curahan isi hati kita maka menulis menjadi salah satu alternatif untuknya, kertas akan dengan senantiasa memberikan lembaran-lembarannya untuk dihiasi curahan hati, perasan dan pikiran kita dengan media pena.

semua orang mampu bercerita namun tidak semua orang mampu menuliskan cerita-ceritanya. Masalah utamanya adalah selalu mengulur-ngulur waktu dan tidak pernah memulai. Lalu dengan lihainya bersembunyi dibalik alasan tidak ada waktu. Padahal semua orang mempunyai waktu yang sama 24 jam, mereka para penulis hebat juga sama mempunyai waktu 24 jam sehari semalam. Calon-calon penulis berguguran di tengah jalan bukan karena mereka tidak mampu menulis tapi karena selalu bermain petak umpet dengan waktu: nanti, besok, lusa, minggu depan dan seterusnya.

Berangkat dari permasalahan-permasalahan di atas dan upaya untuk mencetak penulis-penulis handal dan berkualitas maka CSRC (Center For The Study of Religion and Culture) UIN Jakarta mengadakan Writerpreneurship pelatihan menulis kreatif dan karya ilmiah populer gelombang ke-6. Pelatihan ini menjadi kegiatan rutin yang diadakan CSRC. Sejak gelombang pertama dilaksanakan pada tahun 2013, pelatihan ini terus berjalan hingga sekarang telah mencapai gelombang ke-enam yang diadakan bulan November hingga Desember 2014 setiap hari kamis dimulai pukul 14.00-16.00. Pelatihan ini diadakan dalam 4 pertemuan yang 4 narasumber yang semuanya merupakan praktisi di dunia penulisan dan penerbitan.

Salah seorang Trainer dalam pelatihan ini Ahmad Gaus AF, dalam bukunya WriterPreneurship lebih spesifik menyebutkan penggunaan metode "WriteNow!" atau Lakukan sekarang! Menulis dimulai dari sekarang juga. Tidak pernah ada waktu yang lebih baik untuk memulai sesuatu selain sekarang. Kalau sudah dimulai dengan kalimat pertama, maka di depan akan terbentang beratus-ratus, bahkan beribu-ribu kalimat. Menurutnya, metode pelatihan ini disusun untuk membantu calon-calon penulis menemukan cara yang efektif dalam membangun kepercayaan diri menjadi penulis. Metode ini dibuat berdasarkan kenyataan bahwa sebagian besar hambatan yang dialami calon penulis adalah masalah mental block (hambatan psikologi). Trainer lainnya Irfan Abu Bakar dalam memberikan materinya selalu dibarengi dengan praktek-praktek, setelah ada hasilnya lalu dibahas dan dikoreksi secara bersama-sama, metode seperti ini juga membantu penulis pemula membuang rasa takut akan kesalahan dalam menulis. Di dalam materi juga terlihat kesungguhan dari peserta dikarenakan niat dari mereka yang kuat untuk benar-benar menjadi seorang penulis yang hebat, meskipun tidak sedikit yang mengikuti kegiatan ini lebih karena tuntutan akademis guna menyusun skripsi, tesis atau disertasi.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan bermunculan penulis-penulis handal yang mampu membuat karya untuk dikonsumsi oleh masyarakat, sehingga meningkatkan kualitas penerbitan di Indonesia dan menularkan bakat menulisnya kepada orang lain.

 

Sumber: csrc.or.id

  • 0 comment
  • Read 426 times
  • Tagged under

Related items

Login to post comments