Print this page

Center For the Study of Religion and Culture (CSRC) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bekerjasama dengan Konrad Adenauer Stiftung dan Uni Eropa mengadakan Workshop untuk ustadz dan ustadzah dari pesantren-pesantren di sekitar JABOTABEK mengenai Pengembangan Desain Modul Pendidikan Toleransi, HAM dan Perdamaian di Pesantren yang diselenggarakan di hotel Soll Marina Serpong selama tiga hari, 18-20 Mei 2015.

Irfan Abubakar selaku Direktur CSRC mengatakan “Acara workshop ini merupakan salah satu dari rangkaian program Pesantren for Peace (PFP)”. Dimana pesantren mempunyai peran penting dalam pendidikan perdamaian, pendidikan HAM dan pendidikan toleransi. Umat Islam pempunyai peran penting dalam sosial, demokrasi dan perdamaian. Sebagai umat islam, kita tidak boleh hanya menjadi pemeran pengganti dalam permasalahan-permasalahan tersebut, namun harus mempunyai peran lebih dan bahkan harus menjadi aktor utama dalam permasalahan perdamaian, toleransi dan HAM. Konteks Ummatan Wasathon harus kita pahami secara menyeluruh.

“Goal dari acara ini adalah terciptanya butir-butir pemikiran yang konstruktif untuk dijadikan modul bagi para santri dalam memahami HAM, perdamaian dan toleransi. Diharapkan dari Focus Group Discussion dalam workshop ini akan muncul wakil-wakil dari setiap pesantren untuk menulis modul tersebut,” ujarnya.

Sholehudin A. Aziz selaku koordinator program PFP mengatakan, Workshop Modul Pendidikan Toleransi, HAM dan Perdamaian di Pesantren diikuti oleh tiga puluh peserta yang terdiri dari ustadz dan Ustadzah yang berasal dari pesantren-pesantren se-JABOTABEK. Acara ini berlangsung selama tiga hari, 18 hingga 20 Mei 2015. Kita mengadakan workshop di lima Propinsi, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan DI Yogyakarta. Output dari acara ini adalah tersosialisasinya hasil penelitian pemetaan konflik di Pulau jawa yang mencakup DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan DI Yogyakarta. Selain itu Tersedianya Matriks “Modul Pendidikan perdamaian di Pesantren dalam Perspektif Hak Asasi Manusia dan Islam”.

Ia menambahkan, dalam workshop ini kita menghadirkan pemateri yang pakar di bidangnya seperti Ahmad Gaus Peneliti CSRC, Irfan Abu Bakar Direktur CSRC dan Pakar pendidikan HAM, Budhy Munawar Rachman ( The Asia Foundation), Choirul Anam (Human Rights Working Group), KH Zuhri Fauzi Pimpinan Ponpes An-Nuqtah dan KH Masdar F. Mas’udi  Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Dalam workshop ini kita menggunakan pendekatan partisipatoris dimana fasilitator dan peserta telibat sepenuhnya di dalam sesi dan diskusi kelompok.

Related items

Login to post comments