Print this page

CSRC Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan Konrad Adenauer Stiftung dengan dukungan Uni Eropa menyelenggarakan Capacity Training dan Field Trip dengan tema “”Peningkatan Pemahaman Perdamaian di Pesantren Berperspektif HAM dan Islam” pada tanggal 9-12 September 2015 di Hotel Novotel Surabaya. Kegiatan ini merupakan program lanjutan dari serangkaian program “Pesantren for Peace” yang telah dilaksanakan sejak awal tahun 2015 .

Training ini diikuti oleh 30 peserta yang merupakan santri dan santri wati dari sejumlah pesantren di 6 kabupaten/kota di Jawa Timur (Surabaya, Gresik, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep) dan di fasilitasi oleh para Trainer (ustadz-ustadzah dari daerah tersebut) yang sebelumnya telah dibekali oleh tim PfP dalam kegiatan Training of Trainers yang dilaksanakan bulan Agustus kemarin (18-21/8). Para trainer tersebut adalah Rosifi, Musriyah, Hindun Tajri, Muhammad Khudhori, Fathullah , dan Mohammad Mosleh. Mereka semua merupakan bagian dari tim penulis modul “Pendidikan Perdamaian Berperspektif HAM dan Islam” yang dijadikan bahan ajar dalam training tersebut.

Dalam sambutan pembukaan Training ini, Irfan Abubakar menegaskan bahwa, "Training ini diselenggarakan untuk menjadikan para santri dan komunitas pesantren sebagai pelopor perdamaian, menyebarkan semangat Islam rahmatan lilalamien. Selain itu, untuk menyiapkan mereka agar mampu menangani konflik secara damai. Sehingga mereka diharapkan mampu melanjutkan misi kenabian, yaitu menyempurnakan kemuliaan akhlak manusia melalui penghormatan terhadap hak asasi manusia." (9/9)

Hindun Tajri, Salah seorang trainer dari pesantren yang telah mengikuti Training of Trainers CSRC menekankan pentingnya Muslim menghormati HAM karena Islam diturunkan sebagai agama kemanusiaan. Salah satu nilai HAM dalam Islam adalah kebebasan bergama: laa ikraaha fi al-dien, artinya tidak ada paksaan dalam agama. Selain itu, yang juga penting adalah keseteraan laki-laki dan perempuan.

Pada hari terakhir kegiatan training ini, para peserta akan diajak untuk melakukan Field Trip ke Sekretariat Pusham Surabaya dengan didampingi oleh Ubed Abdillah Syarif, salah seorang supervisor dari CSRC yang akan membimbing para peserta untuk melakukan wawancara dan menuliskan laporan hasil pengamatannya atas kunjungan ke lokasi tersebut.

Tak ada harapan yang lebih tinggi dari serangkaian Training dan Field Trip ini, kecuali keinginan untuk membantu menambah pengetahuan dan pemahaman para santri nilai-nilai toleransi, hak asasi manusia dan perdamaian serta meningkatkan kapasitas mereka sebagai ujung tombak terdepan perubahan masyarakat agar berperilaku lebih demokratis dan dilandasi nilai-nilai damai. Semoga seluruh rangkaian kegiatan Training dan Field Trip ini berjalan dengan lancar dan sukses. Amin.

Related items

Login to post comments