Center for the Study of Religion and Culture UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menerima kunjungan studi banding dari mahasiswa Pusat Studi Melayu (Department of Malay Studies) di Universitas Kebangsaan Singapura (NUS) pada tanggal 22 September 2015 dengan tema “Hukum, Advokasi dan Pembaruan”.

Sebanyak 17 mahasiswa S1 dan S2 Universitas Kebangsaan Singapura (NUS) disambut hangat oleh Direktur CSRC, Irfan Abubakar yang didampingi oleh researcher CSRC, Ahmad Gaus dan Junaidi Simun. Ketujuh-belas mahasiswa Universitas Kebangsaan Singapura (NUS) ini dikoordinir oleh Muhamed Imran, dan didampingi pula oleh Ketua Pusat Studi Melayu Universitas Kebangsaan Singapura (NUS), Noor Aisha Abdul Rahman.

Dalam pengantarnya, Mohamed Imran menyampaikan tujuannya berkunjung ke CSRC. Menurutnya, ada beberapa hal menarik yang ingin pihaknya ketahui tentang bagaimana advokasi dan pelatihan pembangunan masyarakat dalam bidang filantropi, perdamaian dan anti radikalisme yang diterapkan di Indonesia. “Juga, kami ingin mengetahui penelitian-penelitian yang telah dan sedang dilakukan di CSRC,” kata Mohamed Imran menambahkan.

Irfan Abubakar menjelaskan sejarah terbentuknya CSRC, tujuan, dan program-program yang telah dan sedang dilakukan di CSRC. Dalam hal ini, Irfan juga memperkenalkan salah satu program unggulan CSRC yang dijalankan sejak Januari 2015, program tersebut yaitu “Pesantren for Peace”.

Para mahasiswa tersebut tampak antusias menanggapi penjelasan yang dipaparkan Irfan Abubakar. Pada sesi tanya jawab, isu yang menarik perhatian mereka yaitu tentang penyelesaian konflik di indonesia serta bagaimana menangani hate speech dan radikalisme atas nama agama.

Login to post comments