Print this page

Pondok Pesantren secara historis adalah model pendidikan dan sistem pertama serta tertua di Indonesia. Pesantren dianggap sebagai sistem pendidikan asli Indonesia. Sudah sejak lama Pesantren menjadi lembaga yang membentuk watak dan peradaban bangsa serta mencerdaskan kehidupan bangsa yang berbasis pada keimanan, dan ketakwaan kepada Allah swt serta akhlak mulia.

Sejarah membuktikan besarnya konstribusi yang pernah dipersembahkan lembaga yang satu ini, baik di masa pra kolonial, kolonial, dan pasca kolonial yaitu pasca kemerdekaan hingga zaman reformasi. Pesantren secara historis mampu memerankan dirinya sebagai benteng pertahanan dari penjajahan atau imperialisme. Eksistensi pesantren di tengah pergulatan modernitas saat ini tetap signifikan. Kini, perkembangan pesantren dengan sistem pendidikannya mampu menyejajarkan diri dengan pendidikan pada umumnya.

Landasan kultural yang ditanamkan kuat di pesantren diharapkan menjadi guidence dalam implementasi berbagai tugas pada ranah pendidikan, sosial, ekonomi, hukum, maupun politik termasuk HAM dan penyelesaian konflik dengan damai baik di lembaga pemerintahan maupun swasta yang konsisten, transparan, dan akuntabel. Ini penting karena pesantren merupakan kawah candradimuka bagi munculnya agent of social change. Dan negara sangat berkepentingan atas tumbuhnya generasi yang mumpuni dan berkualitas. Oleh sebab itu, kepedulian dan perhatian negara bagi perkembangan pesantren sangat diperlukan.

Sangatlah tepat, Presiden Joko Widodo menetapkan Hari Santri Nasional yang akan jatuh setiap 22 Oktober, mulai tahun ini. Hari Santri Nasional ini diperingati sebagai penghargaan atas perjuangan kaum santri dan pesantren yang sudah tak terbantahkan lagi, terlebih dalam dunia pendidikan.

Bertepatan dengan Hari Santri Nasional, 22 Oktober 2015 kelak, PfP akan menjalankan program Training untuk para santri di Surabaya, selain untuk menyambut Hari Santri Nasional, juga untuk meningkatkan peran pesantren dalam merealisasikan perdamaian di Indonesia.

Project Officer PfP, Muchtadlirin, menyatakann bahwa “Kami sedang mempersiapkan hal spesial dalam training ke-3 ini, karena training ini bertepatan dengan Hari Pesantren Nasional. Ini merupakan apresiasi Pesantren for Peace atas Keputusan Presiden yang menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.” Ungkap Muchtadlirin.

 

Related items

Login to post comments