Print this page

Dimuat di : KRjogja.com

YOGYA (KRjogja.com) - Sebanyak 30 santri dari pelbagai pesantren di DIY mengikuti Pesantren for Peace (PFP) Yang diselenggarakan Kamis-Minggu (22-25/10) di Hotel Jambuluwuk, Yogya. Kegiatan dertajuk Training & Fiekld Trip : Peningkatan Pemahaman Perdamaian di Pesantren Berperspektif HAM dan Islam’ diselenggarakan CSRC Universitas Islam negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Konrad Adenaur Stiftung (KAS) dengan dukungan Uni Eropa.

Pertemuan diawali dengan pembacaan Deklarasi ‘Damai Santri Jogja’. Dalam deklarasi para santri menyatakan : Berpegang teguh dan senantiasa siap mempertahankan Pancasila, UUD 1945 dan NKRI serta menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika. Menyadari tanggungjawab utama sebagai santri, untuk senantiasa mengkaji, menghayati, mengamalman dan mengembangkan ilmu-ilmu warisan para ulama. Berkewajiban untuk turutserta mewujudkan negara yang berdaulat, pembangunan yang berkeadilan, kebudayaan yang dinamis dan saling menghormati dan turutserta menjaga perdamaia Indonesia dan dunia dengan semangat Islam yang <I>rahmatan lil alamin<P>.

Secretary Project Pesantren for Peace (PFP) Idris Hemay posisi pesantren sangat signifikan dalam terciptanya suasana damai dan harmoni.  “Pesantren dianggap sebagai salah satu lembaga keagamaan yang memiliki legitimasi kuat menyuarakan nilai-nilai kebenaran agama yang selama ini banyak disalahtafsirkan oleh banyak kalangan yang pro kekerasan,” jelas Idris Hemay.

Dikatakan,  setiap konflik dan kekerasan selalu dipicu sikap hadirnya diskriminasi dan intoleran. Juga  rendahnya kebersamaan bahkan kentalnya prasangka di antara kelompok.. “Yang kadang menyedihkan, sikap itu kadangkala dilegitimasi elite keagamaan,” tambahnya. Kondisi di atas menurutnya tidak boleh dibiarkan, karena efek negative yang ditimbulan tentu sangat besar. (Fsy)

  • 0 comment
  • Read 424 times
  • Tagged under
Login to post comments