Print this page

Rangkaian kegiatan Pelatihan (Training) dan Field Trip Peningkatan Pemahaman perdamaian di Pesantren Berperspektif HAM dan Islam berakhir sudah. Selama empat hari penuh (19-22/11/2015), tiga puluh santri dari 30 pesantren di wilayah Jakarta dan sekitarnya yang mengikuti pelatihan ini diberi materi secara menyeluruh oleh para trainer yang merupakan ustadz dan ustadzah yang sebelumnya telah dibina oleh tim PfP. Di penghujung kegiatan, ke-30 santri melakukan diskusi RTL (Rencana Tindak Lanjut). Mereka berkomitmen untuk tetap berkontribusi dalam mewujudkan perdamaian berperspektif HAM dan Islam


Salah seorang santri dari Pondok Pesantren Jagad Arsy, Tangerang Selatan mengungkapkan testimoninya:

"Pada awalnya saya shock ketika menerima surat undangan dari CSRC, yang didalamnya tercantum kunjungan ke Ahmadiyah. Saat itu saya masih bingung, ada apa dengan Ahmadiyah di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, jangan-jangan kegiatan ini bagian dari 'ajaran sesat'. Kemudian saya datang kemari dengan Guru saya dan bergabung dengan teman-teman yang lain, dan ternyata berbeda dengan yang saya pikirkan. Tidak ada penyesatan dalam kegiatan ini. Yang dibahas dalam training ini hanya seputar HAM dan ini merupakan training yang bermanfaat buat kami selaku peserta."

Santri yang menguasai Bahasa Inggris dan Arab ini mengaku sangat terkesan dengan  training ini. Satu kata yang dia ungkapkan untuk Pesantren for Peace adalah "The Best".

Nur Ainun Septi Hedi, Pondok Pesantren Jagad Arsy, Tangerang Selatan

Ditemui terpisah, salah seorang pesertadari Pondok Pesantren Daar El-Qolam juga mengaku pada awalnya khawatir mengikuti training ini, berikut testimoninya:

Sebelum saya ikut acara ini, awalnya agak khawatir karena saya pernah punya masalah sedikit dengan orang-orang yang berkaitan dengan HAM. Kebetulan saya pernah punya hubungan nggak baik dengan walisantri yang bekerja di bidang HAM, saya masih merasa trauma dengan hal itu. kemudian ketika melihat agendanya ada kunjungan ke Ahmadiyah yang membuat paradigma negatif saya semakin besar. Tapi karena ini amanat dari pemimpin pondok, jadinya saya tetap ikut. Diluar dari praduga, ternyata disini kita malah banyak belajar bahwa hak asasi manusia itu memang harus ditegakkan. terlebih, dari rangkaian agenda dan pada hari terakhir mengadakan kunjungan lapangan dan langsung melihat konflik yang ada di depan mata, yang biasanya kita lihat dari tv dan film, saya banyak belajar bahwasanya hidup itu memang tak lepas dari konflik, namun pasti ada jalan keluarnya. disini kita belajar mediasi, negosiasi dan sebagainya merupakan bukti bahwa tidak semua konflik harus diselesaikan dengan kekerasan. satu kata untuk Pesantren for Peace "Keren Abisss".

Nurizka Awalia, Pondok Pesantren Daar El-Qolam

 

  • 0 comment
  • Read 584 times
Login to post comments