Print this page

Pesantrenforpeace.com—Bertepatan dengan hari HAM Internasional (10/12), sebanyak 50 Santri dari 30 Pesantren Alumni Training Peningkatan Pemahaman Perdamaian di Pesantren Berperspektif HAM dan Islam di Yogyakarta kembali berkumpul di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Sleman, Yogyakarta. Dalam kesempatan itu, mereka mengadakan diskusi tentang “Pesantren dan Penerbitan”. Sebelumnya mereka juga sempat mengumandangkan ‘Deklarasi Damai’ bersamaan dengan jatuhnya Hari Santri Nasional (22/10).

Diskusi yang berlangsung selama 2 jam (10.00 – 12.00 WIB) ini menghadirkan pembicara dari Galang Press. Sebagaimana diketahui, Galang press merupakan perusahaan penerbitan yang dimiliki oleh salah seorang narasumber Field trip di Yogyakarta, Julius Felicianus. Julius adalah salah satu korban kekerasan yang mengatasnamakan agama di Yogyakarta.

Kegiatan ini dibuka oleh pengasuh Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Dr. Jazilus Sakhok. Jazilus sangat mengapresiasi kegiatan tersebut, Ia menyampaikan ucapan terima kasihnya atas kehadiran Galang Press dan juga kepada para santri yang telah meluangkan waktunya untuk mengikuti kegiatan ini.

Hadir ditengah diskusi tersebut, Ketua Yayasan Galang Press, Rendra Setiawan. Sebagai nara sumber, Ia menyampaikan bahwa Pesantren merupakan wadah kekuatan, dimana nilai-nilai perdamaian ditanamkan dari mulai hal-hal kecil. Pada kesempatan itu, ia secara khusus menyampaikan inisiatif Galang Press untuk menciptakan Komunitas Menulis bagi para santri agar dapat terus menyuarakan pemahaman perdamaian.

Kehadiran Rendra bersama tim dari Galang Press sekaligus untuk memberikan bantuan (hibah) buku dari Galang Press untuk 30 Pesantren yang hadir. Ini adalah penghargaan besar bagi pesantren yang telah berkontribusi dalam upaya mendiseminasikan Islam Rahmatan lil Alamin. 

“Kegiatan-kegiatan seperti ini perlu terus dipupuk dan dilanjutkan” ungkap Ustadz Hasan Mahfudh selaku fasilitator. “Forum ini memiliki potensi yang luar biasa sebagai ajang silaturahim antar Pesantren lewat santri-santrinya untuk menyuarakan ide-ide dan nilai-nilai perdamaian yang berasal dari pesantren,” lanjutnya.

Hasan mengungkapakan rasa terimakasihnya kepada pihak CSRC UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah menginisiasi Program Pesantren for Peace. Lewat program inilah para santri dapat menjalin silaturahim sambil menyerukan nilai-nilai perdamaian sampai lahirnya diskusi ini.

  • 0 comment
  • Read 533 times
Login to post comments