Pesantrenforpeace.com, Surabaya  –  Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta bekerja sama dengan Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) dengan dukungan Uni Eropa dalam program unggulannya yang bertajuk “Pesantren for Peace (PfP)” kembali menggelar kegiatan Training dan Field Trip untuk para santri di Surabaya setelah training pertama pada 9-12 September 2015.

“Yang menarik dari training kali ini dibandingkan dengan training Surabaya sebelumnya adalah pesertanya lebih aktif dan kritis sehingga membuat trainer lebih tertantang dalam mempersiapkan materi yang lebih baik dari sebelumnya”, ungkap Idris Hemay, Koordinator Program Pesantren for Peace.

Idris menambahkan “Cakupan wilayah tuk training sekarang juga ada penambahan dari yang sebelumnya hanya 6 kabupaten/kota di Jawa Timur (Surabaya, Gresik, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep), sekarang menjadi 9 kabupaten/kota ditambah dengan Jombang, Pasuruan, dan Sidoarjo, sehingga dinamika diskusinya lebih aktif karena komposisi peserta dari pesantren yang beragam”, ujar Idris

Training kedua di Surabaya ini masih bertema “Peningkatan Pemahaman Perdamaian di Pesantren berperspektif HAM dan Islam” sesuai dengan tujuannya yaitu dengan adanya training dan field trip ini diharapkan mampu memberikan peningkatan pengetahuan dan pengalaman para santri tentang perdamaian dalam Islam, HAM, dan meningkatkan keterampilan santri dalam menyelesaikan konflik secara damai dalam perspektif HAM dan Islam.

Sebanyak 30 santri dari 30 pesantren di Surabaya dan sekitarnya, dengan komposisi 12 perempuan dan 18 laki-laki, berusia antara 17-22 tahun dengan tingkat pendidikan antara kelas 3 SLTA hingga tingkat 2 perguruan tinggi aktif berpartisifasi dalam Training ini selama 4 hari (5-7 Januari 2016 kegiatan Training dan 7-8 Januari 2016 Field Trip) di Hotel Novotel, Surabaya.

Setelah peserta mengikuti training selanjutnya 30 santri diajak untuk field trip atau studi lapangan kasus konflik dengan berkunjung dan dialog dengan perwakilan 2 pengungsi konflik Syi’ah Sampang di kantor Center for Marginalized Communities Studies (CIMARs) Surabaya.

Field Trip ini dilakukan dalam rangka meningkatkan pengetahuan santri tentang best practices bina damai dan penanganan konflik yang terjadi di Jawa Timur, khususnya berkaitan dengan kasus konflik (kekerasan) yang dialami Syi’ah di Sampang, dan memberikan pengalaman kepada santri tentang upaya yang dapat dilakukan dalam rangka bina damai dan penanganan konflik secara damai.

Seperti Training dan Field trip sebelumnya, kali ini juga setelah para peserta mengikuti Field Trip, mereka dituntut untuk menulis hasil laporan Field Trip dan akan dipilih 5 laporan terbaik untuk dipublikasikan di website PfP.

 

 

Related items

Login to post comments