Print this page

Training Peningkatan pemahaman perdamaian di pesantren berperspektif HAM dan Islam kembali dilaksanakan di Provinsi Jawa Tengah. Training ini merupakan training untuk para santri yang ke-9 dari 10 rangkaian training yang dilaksanakan di 5 provinsi (Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta dan DKI Jakarta dan sekitarnya).

Setelah sukses dengan tarining di 5 provinsi pada tahun 2015 kemarin, di tahun 2016 ini, kegiatan yang sama telah diselenggarakan di Surabaya 5-8 Januari 2016, Bandung 2-5 Februari 2016, Jakarta 23-26 Februari 2016 dan yang baru saja di laksanakan di Salatiga 1-4 Maret 2016. Program ini diharapkan mampu memberikan peningkatan pengetahuan dan pengalaman para santri/santriwati dalam meningkatkan wawasan dan pengetahuan mereka tentang perdamaian dalam Islam, Hak Asasi Manusia (HAM), dan meningkatkan keterampilan mereka dalam menyelesaikan konflik secara damai.

Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Laras Asri, Salatiga dengan melibatkan 30 santri/santriwati dari 30 pesantren di 10 kabupaten/kota di Jawa Tengah (kota Salatiga, kota Semarang, kabupaten Semarang, Demak, Boyolali, kota Magelang, kabupaten Magelang, Sukoharjo, Sragen, dan Klaten) dengan komposisi 16 perempuan dan 14 laki-laki, berusia antara 17-21 tahun dengan tingkat pendidikan antara kelas 3 SLTA hingga tingkat 2 pendidikan tinggi.

Staf Ahli Walikota Salatiga Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Sri Danudjo mengatakan bahwa pelaksanaan training di Salatiga sangatlah tepat, karena Salatiga merupakan kota toleran ke-2 di Indonesia. Sri sangat mendukung kegiatan training ini karena yg menjadi peserta adalah santri-santri yang masih muda sehingga dapat membantu pemerintah daerah dalam menangkal radikalisme (deradikalisasi) di Salatiga pada khususnya dan Jawa Tengah pada umumnya.

Disamping itu, pak Sri akan laporkan kegiatan training ini kepada walikota dan akan merekomendasi hasil training kepada kesbangpol provinsi untuk pengembangan program lanjutan di Jawa tengah.

Pada Penutupan Training, semua peserta dinobatkan sebagai “Duta Perdamaian” yang dikukuhkan secara simbolis dengan penyematan pin oleh Staf Ahli Walikota Salatiga Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Sri Danudjo kepada perwakilan peserta Training ini.

Setelah peserta mengikuti training dan mendapatkan berbagai pengetahuan, wawasan dan teori, selanjutnya 30 santri yang terlibat dalam Training akan mengikuti Field Trip atau studi lapangan. Kegiatan ini merupakan praktek langsung dari teori yang sudah didapatkan selama Training berlangsung, dengan berinteraksi secara langsung, berdialog dan observasi lapangan dengan korban konflik kekerasan dan pegiat perdamaian. Field Trip direncanakan akan berkunjung dan berdialog secara langsung dengan Pihak (Pengurus/Jemaat) Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus Temanggung, dan Aktivis Gusdurian Temanggung, Jawa Tengah.

Related items

Login to post comments