Print this page

Pesantrenforpeace.com – Manager Program Pesantren for Peace, Sarah Sabina Hasbar, menyerahkan Interim Report Program PfP 2015 kepada Direktur CSRC UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Irfan Abubakar, selaku Steering Committee Program Pesantren for Peace pada Selasa, 8 Maret 2016.

Penyerahan laporan ini dilakukan dalam rangkan mempertanggungjawabkan kegiatan Pesantren for Peace yang bekerja sama dengan Konrad-Adenauer-Stiftung Jerman dan didukun oleh Uni Eropa yang telah berjalan selama satu tahun sejak Januari 2015.

Pertemuan Steering committee tersebut dihadiri oleh Direktur Konrad-Adenauer-Stiftung untuk Indonesia dan Timor Leste, Thomas Yoshimura didampingi oleh Fynn-Niklas Kopte; Direktur CSRC UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Irfan Abubakar; Manager Program PfP, Sarah Sabina Hasbar; Koordinator Program PfP, Idris Hemay; Sekretatis PfP, Muchtadlirin; dan Bendahara PfP, Efrida Yasni Nasution.

Selama periode satu tahun, Pesantren for Peace telah berhasil menyelesaikan berbagai ragam kegiatan penting. Pertama, penelitian lapangan “Conflict Analysis Mapping” di lima provinsi di Pulau Jawa. Kedua, workshop “Pengembangan Desain Modul: Pendidikan Perdamaian Berperspektif HAM dan Islam” di Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Bandung dan Jakarta. Ketiga, peluncuran program PFP yang didukung oleh dari Menteri Agama. Keempat, penulisan Modul “Pendidikan Perdamaian Berperspektif HAM dan Islam untuk Kalangan Pesantren”. Modul ini ditulis sendiri oleh para ustadz-ustadzah Pesantren dari lima provinsi tersebut berdasarkan tema-tema yang telah disepakati bersama serta disesuaikan dengan kebutuhan pesantren. Kehadiran modul bernuansa pesantren ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman kalangan pesantren terhadap isu-isu toleransi, HAM, dan perdamaian. Kelima, Training of Trainers (ToT) bagi para penulis modul yang akan menjadi trainer dalam kegiatan training di lima kota di Pula Jawa: Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Bandung dan Jakarta. Dan yang Keenam, Training dan Field Trip ”Peningkatan Pemahaman Perdamaian di Pesantren Berperspektif HAM dan Islam” tahap pertama di Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Jakarta dan Bandung (September-November 2015) yang diperuntukkan bagi kalangan santri/santriwati.

  • 0 comment
  • Read 436 times
Login to post comments