Print this page

Dalam rangka Meningkatkan wawasan dan pengetahuan santri tentang perdamaian dalam perspektif Islam dan HAM, Pesantren for Peace (PfP) telah melaksanakan 10 rangkaian training bagi para santri di 5 kota. Training ke-10 telah sukses dilaksanakan di Yogyakarta yang diikuti oleh 32 peserta dengan komposisi komposisi 18 perempuan dan 14 laki-laki, berusia antara 17-21 tahun dengan tingkat pendidikan antara kelas 3 SLTA hingga tingkat 2 pendidikan tinggi.

Selama 4 hari (21-24/04) di Hotel Crystal Lotus, Yogyakarta peserta mengikuti training dan mendapatkan berbagai pengetahuan, wawasan dan teori. Selain itu, 32 santri yang terlibat dalam Training melakukan praktek langsung dari teori yang sudah didapatkan selama Training  dengan berinteraksi secara langsung, berdialog dan observasi lapangan dengan korban konflik kekerasan dan pegiat perdamaian (Field Trip).

Field Trip ini dilaksanakan pada hari terakhir Training dengan berkunjung dan berdialog secara langsung dengan Aktivis Forum Lintas Iman (FLI) di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Logandeng Gunung Kidul dan Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Sleman, Yogyakarta.

Hal-hal yang didiskusikan dalam fieldtrip tersebut meliputi Kasus kekerasan yang dialami aktivis Forum Lintas Iman (FLI) Gunung Kidul serta dampak yang mereka alami selama ini; Respon pemerintah, khususnya Pemerintah Daerah, masyarakat dan pihak lain terhadap kasus kekerasan yang dialami aktivis Forum Lintas Iman (FLI) Gunung Kidul; Bentuk pelanggaran HAM yang terjadi dalam kasus dimaksud; Inisiatif perdamaian yang telah, sedang dan akan dilakukan dalam upaya menyelesaikan konflik, kasus-kasus, termasuk kasus kekerasan terhadap aktivis Forum Lintas Iman (FLI) Gunung Kidul; serta Upaya penyelesaian konflik secara damai yang diinisiasi oleh aktivis Forum Lintas Iman (FLI) sendiri atau pihak lain baik Pemerintah (Daerah), masyarakat maupun pihak lain atas kasus dimaksud.

Sedangkan kunjungan ke Pondok Pesantren Sunan Pandanaran mendiskusikan tentang bentuk dan inisiatif perdamaian yang dilakukan Pondok Pesantren Sunan Pandanaran di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya dalam konteks lintas iman dan bina damai, serta apa saja kendala yang dihadapi; Respon/tanggapan Pemerintah (Daerah) dan masyarakat atas inisiatif perdamaian yang dilakukan;Bagaimana peran yang dilakukan Pondok Pesantren Sunan Pandanaran dalam kasus konflik (kekerasan) bernuansa agama yang terjadi di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya; serta usulan konstruktif bagi Pemerintah dan masyarakat, khususnya kalangan Pesantren dalam upaya resolusi konflik secara damai.

Training terakhir ini dihadiri oleh Prof. Derichs dari Jerman sebagai observer dalam rangka mengevaluasi pelaksanaan Training Pesantren for Peace. Selain itu, training ini juga di hadiri oleh Kasi Pondok Pesantren bidang pendidikan keagamaan wilayah DI Yogyakarta, H. Rokhwan, M.Si yang dalam hal ini menutup secara resmi dengan menyematkan pin kepada peserta dan mengukuhkannya sebagai duta perdamaian.

Harapannya, dengan terlaksananya 10 rangkaian capacity training ini mampu meningkatnya pengetahuan santri tentang best practices bina damai dan memberikan pengalaman kepada mereka tentang upaya yang dapat dilakukan dalam rangka bina damai dan penanganan konflik secara damai. [LH]

  • 0 comment
  • Read 523 times
Login to post comments