Print this page

Pesantrenforpeace.com – Sebagai tindak lanjut dari rangkaian kegiatan training untuk para santri yang diselenggarakan di lima provinsi (Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Barat dan JABODETABEK), pesantren for peace kembali melibatkan 50 santri yang merupakan 5 terbaik dari 10 rangkaian capacity training untuk mengikuti kegiatan Training of Trainers.

Kegiatan Training of Trainers (ToT) ini berlokasi di DKI Jakarta, tepatnya di Hotel Ibis Cawang yang dimulai pada hari rabu (1/6/2016) dan akan berakhir pada sabtu (4/6/2016). Selama 4 hari ini, para santri disuguhi materi-materi untuk bekal mereka menjadi trainer. Materi dalam ToT ini dikemas menjadi 11 sesi, dimana sesi pertama yang membicarakan tentang “Relasi HAM dan Hukum Nasional” disampaikan langsung oleh Ketua Komnas HAM Republik Indonesia, Bapak Imdad Rahmat. Dalam sesi ini, para peserta sangat antusias untuk memperdalam pemahaman mereka mengenai hukum nasional yang mengatur tentang HAM.

Pada hari kedua, peserta dari 5 provinsi ini melakukan perkenalan satu sama lain melalui permainan yang dipandu oleh sekretaris program Pesantren for Peace, Muchtadlirin. Usai perkenalan, para santri mengikuti sesi kedua bersama Dr. Chaider S. Bamualim, MA yang membahas tentang “Relasi HAM dan Islam”.

Setelah diberikan pemahaman yang mendalam mengenai HAM dan relasinya dengan hukum nasional dan Islam, peserta kemudian dibekali metode dan teknik-teknik pelatihan partisipatori, ice breaking dan energizer, serta komunikasi dasar dalam pelatihan yang disampaikan oleh pembicara yang ahli di bidangnya, diantaranya Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Tanenji dan Yudhi Munadhi serta komisioner KPAI, Rita Pranawati.

Hari ketiga, para peserta dibagi menjadi 4 kelompok berdasarkan tema yang terdapat di modul untuk kemudian mempraktekkan fasilitasi bersama fasilitator yang berpengalaman, seperti Ahmad Gaus (peneliti CSRC), Ubed Abdillah (Peneliti CSRC), Wahidah Rosyadah (Trainer PfP Bandung), Hasan Mahfudh (Trainer PfP Yogyakarta), Fahsin Fa’al (Trainer PfP Semarang), Arsan (Trainer PfP DKI Jakarta), Afthon Lubis (Trainer PfP DKI Jakarta), dan Khudlori (Trainer PfP Surabaya).

Setelah praktek fasilitasi, para peserta diberikan kesempatan untuk menampilkan kreasi seni dan bakat dari daerah masing-masing yang dikemas dalam sebuah acara “Malam Perdamaian”. Acara ini akan menjadi kesan tersendiri bagi para peserta dan menjadi malam penutup kegiatan ToT ini.

Harapannya, setelah mengikuti training ini, para santri memiliki keterampilan dengan metode partisipatori terkait dengan tema pendidikan perdamaian di pesantren berperspektif HAM dan Islam. [LH]

 

  • 0 comment
  • Read 526 times
Login to post comments