Pesantrenforpeace.com - Setelah penandatanganan kontrak penerima dana hibah yang dilaksanakan di kantor CSRC UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (3/8), lima dari 15 pesantren penerima dana hibah akan mengimplementasikan dana

 

tersebut untuk acara seminar Local Day of Human Right dalam waktu dekat ini. Seminar ini bertujuan untuk berbagi dan bertukar pengalaman tentang pembangunan perdamaian, penanganan konflik, dan peran pesantren dalam mempromosikan nilai-nilai toleransi dan penghormatan terhadap HAM.

Berikut jadwal pelaksanaan seminar Local Day of Human Right yang akan dilaksanakan di 5 wilayah (Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Barat, dan DKI Jakarta).

No.

Pesantren

Waktu Pelaksanaan

1

PP. Darut Tauhid

20 Agustus 2016

2

PP. Al-Muntaha

28 Agustus 2016

3

PP. Al-Luqmaniyah

28Agustus 2016

4

PP. Mahasiswa Universal

20 Agustus 2016

5

PP. An-Nur Darannujah 8

27 Agustus 2016

 

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Muntaha Jawa Tengah, Ustadz Nashif Ubadah,  menyatakan bahwa semua persiapan untuk seminar tanggal 28 Agustus nanti telah hampir sempurna, sebagian besar pemateri sudah dihubungi dan telah konfirmasi hadir. Juga para peserta dari beragam elemen di kota Salatiga telah berhasil diundang dan siap menghadiri seminar.

“Kami sangat terkesan dengan adanya program Pesantren for Peace ini. Berbagai materi yang ada di dalamnya mewarnai pikiran-pikiran kami tentang HAM, perdamaian dan resolusi konflik. Bukan hanya wawasan dan pengetahuan yang meningkat, namun kapasitas kami sebagai bagian dari Pesantren for Peace juga memberi semangat bagi kami untuk menjaga keanekaragaman yang ada di Indonesia , dan menjadikan toleransi sebagai kewajiban bagi seluruh masyarakat.” Ungkap Ustadz Nashif

Sementara itu, Pondok Pesantren Darut Tauhid Surabaya, juga sudah sangat matang mempersiapkan seminar yang akan dilaksanakan pada tanggal 20 Agustus 2016. Seminar tersebut akan dilaksanakan di lokasi Pondok Pesantren Darut Tauhid dengan mengundang 30 Pesantren di sekitar Jawa Timur serta menghadirkan pembicara dari perguruan tinggi/kementrian Agama di Surabaya, dan juga 3 orang santri peserta field trip yang akan menceritakan pengalamannya dalam mengikuti kegiatan Pesantren for Peace.

“Kesan kami sejak awal menjadi partner lokal di Surabaya sangat baik, sangat bermanfaat dan menambah wawasan buat kami, sekarang waktunya kami mengimplementasikannya di pesantren. Melalui dana subgrant ini, mudah mudahan manfaat dalam mempromosikan HAM, perdamaian dan juga resolusi konflik”, ungkap Ustadz Saiful Anam, Direktur Pondok Pesantren Darut Tauhid. [LH]

 

Related items

Login to post comments