Print this page

Berita Workshop Demak dimuat di harian Jawa Pos, Senin, 26 September 2016

DEMAK – Maraknya peperangan terjadi di bumi ini, bahkan konflik sosial di Indonesia tentunya menjadi keprihatinan. Semua pemicu konflik tersebut terindikasi tiadanya lagi toleransi antarumat, utamanya terkait Hak Asasi Manusia (HAM).

Sehubungan itu workshop Pesantren for Peace digelar Pondok Pesantren (Ponpes) Kyai Gading Mranggen bekerja sama CSRC UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Konrad-Adenauer-Stiftung untuk Jakarta dan Timor Leste dengan dukungan dari Uni Eropa. Dimaksudkan meningkatkan peran pesantren dalam mempromosikan sekaligus mengadvokasikan nilai toleransi, HAM serta penyelesaian konflik secara damai.

Panitia penyelenggara sekaligus pengasuh Ponpes Kyai Gading, Fahsin M Faal menuturkan, selain mengawal Islam melalui dakwah, pesantren sebagai lembaga pendidikan turut andil memperkuat nilai dasar Islam pada kehidupan kultural, ekonomi, dan sosial politik. Sehubungan peran strategis pesantren itulah maka sudah tepat menjadikan ponpes wahana menyemai toleransi dan menjunjung tinggi HAM.

“Bahkan dengan semangat Islam rahmatan lil ‘alamin sudah selaiknya perdamaian digelorakan mulai dari bilik pesantren. Atau dengan kata lain menjadikan santri sebagai duta perdamaian,” ucapnya, Minggu (25/9).

Di sisi lain, Koordinator Pesantren for Peace Idris Hemay menambahkan, ditilik dari perannya pesantren tidak hanya mendidik umat, namun juga ikut serta menciptakan perdamaian. Maka itu pesantren pun turut berperan menegakkan HAM utamanya dalam penyelesaian konflik secara damai. Maka itu inti dari workshop Pesantren for Peace adalah menyemai generasi toleransi, menumbuhkan perdamaian abadi.

Sementara Bupati HM Natsir menuturkan, toleransi telah ada di negeri ini sejak ada istilah Bhinneka Tunggal Ika. Maka itu pluralisme tumbuh subur dan bisa hidup berdampingan, tanpa sedikitpun muncul konflik. Hingga datangnya penjajahan yang sengaja menggunakan politik adu domba untuk menghancurkan perdamaian di bumi nusantara. ssi/SR

  • 0 comment
  • Read 541 times
Login to post comments