Berita Workshop Provinsi yang diinisiasi oleh PP Al-Qur'an Babussalam, bekerja sama dengan CSRC, Konrad-Adenauer-Stiftung, dengan dukungan dari Uni Eropa ini dimuat di Tribun Jabar, Kamis, 10 November 2016

BANDUNG, TRIBUN – Pondok Pesantren Alquran Babussalam Bandung menggelar kegiatan workshop tingkat provinsi dengan melibatkan 30 orang ustadz/ustadzah dari perwakilan pesantren se-Jawa Barat dengan mengusung tema “Pesantren Sebagai Promotor Hak Asasi Manusia dan Penanganan Konflik Secara Damai”.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari dari Rabu (9/11) hingga Jumat (11/11) tersebut, akan membahas bagaimana cara pandang pesantren dalam mempromosikan kedamaian di dalam kehidupan bermasyarakat.

Ketua Yayasan Pontren Al-Quran Babussalam, Dr. H. Fadhlullah M. Said, mengatakan, alasan diselenggarakannya kegiatan ini berawal dari keprihatinan akan banyaknya konflik yang melanda Indonesia, seperti konflik kebangsaan, kebhinekaan, keagamaan, hingga menyangkut HAM.

Maka dari itu, egiatan workshop yang bekerja sama dengan Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) UIN Syarif Hidayatullah dan didukung juga oleh Konrad-Adenauer-Stiftung tersebut, dimaksudkan untuk menanamkan pengetahuan bagi peserta tentang HAM dan penanganan konflik secara damai.

“Kegiatan ini merupakan sebuah proses untuk berbagi pengetahuan dan pengembangan pemahaman dalam rangka menanamkan sikap saling menghormati, toleran, dan penuh perdamaian. Yang intinya dapat mewujudkan sikap persaudaraan di tengah adanya perbedaan,” ujar dia di sela-sela kegiatan tersebut di Pontren Alquran Babussalam, Jalan Ciburial Lama, Cimenyan, Kabupaten Bandung, Rabu (9/11).

Lebih lanjut dari kegiatan ini, Fadhlullah menyampaikan harapannya akan adanya perubahan perspektif HAM di dalam kacamata Islam, serta para peserta pelatihan diharapkan memiliki pengetahuan tentang HAM dan penanganan konflik secara damai.

“Setelah mengetahui dan memahami, para peserta dapat mengamalkan apa yang telah dipelajari kepada ruang lingkup di pesantren maupun majelis-majelis ilmu. Intinya bagaimana bisa memperjuangkan hak asasinya bila tidak memahami aturan HAM tersebut,” ujarnya. (adv/dd)

  • 0 comment
  • Read 215 times
Login to post comments