Pesantrenforpeace.com – Memasuki usianya yang kedua tahun, Pesantren for Peace mengadakan program pertukaran santri di 5 provinsi di Pulau Jawa. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari program dana hibah (Subgrant) di mana pesantren penerima dana hibah kegiatan workshop di tingkat kabupaten maupun provinsi menjadi tuan rumah dalam kegiatan ini, sekaligus bertanggung jawab untuk memilih 2 orang santri/santriwati (1 laki-laki dan/atau 1 perempuan) yang akan mengikuti Program Pertukaran Santri.

Sebanyak 20 santri dari 10 pesantren penerima dana hibah memulai kegiatan pertukaran santri tersebut hari ini (16/1). Ke-20 santri tersebut merupakan santri pilihan yang pernah mengikuti kegiatan training dan fieldtrip yang telah diselenggarakan tahun lalu di 5 provinsi. Berikut daftar pesantren asal dan pesantren tujuan pertukaran santri ini:

No

Asal Ponpes

Tujuan Ponpes

1.        

PP Annuqoyah (Jawa Timur)

PP Edi Mancoro (Jawa Tengah)

2.        

PP Al-Fitrah (Jawa Timur)

PP Nurul Ummahat (DI Yogyakarta)

3.        

PP Kyai Gading (Jawa Tengah)

PP An-Najah (DKI Jakarta)

4.        

PP Edi Mancoro (Jawa Tengah)

PP Al-Qur’an Babussalam (Jawa Tengah)

5.        

PP Nurul Ummahat (DI Yogyakarta)

PP Madinatunnajah (DKI Jakarta)

6.        

PP Sunan Padanaran (DI Yogyakarta)

Pesantren Sirnarasa (Jawa Barat)

7.        

Pesantren Sirnarrasa (Jawa Barat)

PP Kyai Gading (Jawa Tengah)

8.        

PP Al-Qur’an Babussalam (Jawa Barat)

PP Al-Fitrah (Jawa Timur)

9.        

PP An-Najah (DKI Jakarta)

PP Sunan Padanaran (DI Yogyakarta)

10.    

PP Madinatunnajah (DKI Jakarta)

PP Annuqoyah (Jawa Timur)

 

Selama 2 minggu (16-29/1/2016), ke-20 santri itu akan menjalankan tugas “kesantrian” di pondok pesantren tujuan. Adapun aktifitas utama selama berlangsungnya kegiatan Pertukaran Santri adalah santri mukim (2 orang peserta pertukaran santri) bertanggung jawab untuk Mencari dan menggali informasi mengenai peran pesantren dalam membangun perdamaian dan penyelesaian konflik secara damai di pesantren tempat mukim (Pesantren tujuan). Kegiatan ini bersifat penelitian sederhana (mini research) di pesantren lokasi mukim yang mencakup wawancara mendalam (in-depth interview) dan observasi lapangan.

Tujuan kegiatan pertukaran santri ini adalah mencari dan menggali informasi mengenai peran pesantren di tempat mukim dalam mempromosikan nilai-nilai toleransi dan penghormatan terhadap hak-hak minoritas; mencari dan menggali informasi mengenai peran pesantren di tempat mukim dalam membangun perdamaian dan penyelesaian konflik secara damai; Sharing pengalaman dalam mempromosikan nilai-nilai toleransi dan penghormatan terhadap hak-hak minoritas dan pembangunan perdamaian dari pesantren asal; serta tersedianya laporan hasil Pertukaran santri.

Setelah mengikuti pertukaran santri ini, para peserta pertukaran santri berkewajiban untuk mempresentasikan temuan dan hasil laporannya dalam acara seminar local day of human rights ketiga di wilayahnya masing-masing.[LH]

  • 0 comment
  • Read 461 times
Login to post comments