AKARTA, KOMPAS — Pesantren sebagai pusat pembelajaran agama Islam diminta untuk menghasilkan ulama yang memiliki wawasan keagamaan sekaligus kebangsaan yang mendalam dan kredibel. Hal ini penting bagi pesantren guna menyebarkan nilai-nilai Islam yang sejuk, damai, dan menghargai keanekaragaman.

 

“Pesantren sangat membantu pemerintah dalam mencerdaskan bangsa dan menyebarluaskan nilai Islam moderat,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin ketika menerima 30 kiai muda perwakilan pesantren se-Jawa dan Madura di kantor Kemenag di Jakarta, Kamis (8/6).

Kamaruddin yang juga merangkap Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag mengemukakan, beragama hendaknya di dalam konteks bangsa Indonesia yang majemuk. “Kemampuan mengelola keanekaragaman ini yang membuat para pendiri bangsa bisa mendirikan Indonesia,” ujarnya.

Hal itu karena di dalam budaya Indonesia, agama tidak terletak pada ranah privat yang sunyi. Agama kental dipraktikkan juga di dalam kehidupan sosial dan politik. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengejawantahkannya ke dalam nilai yang mendukung semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Kamaruddin mengungkapkan, di Indonesia terdapat 30.000 pesantren. Apabila satu persen saja dari jumlah pesantren tersebut menyebarkan ideologi dan propaganda kekerasan, dampak negatifnya sangat terasa bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Hendaknya pesantren bisa memberi pemahaman yang positif kepada masyarakat.

Kegiatan itu bagian dari program pesantren untuk perdamaian yang dipelopori Pusat Studi Agama dan Kebudayaan (CSRC) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatulah dan Konrad-Adenauer Stiftung. Mereka bekerja sama dengan 750 pesantren se-Jawa dan Madura yang melibatkan 1.500 ustaz dan santri.

Direktur CSRC UIN Syarif Hidayatullah, Irfan Abubakar, mengatakan, program itu berlangsung sejak 2015. UIN Syarif Hidayatulah bekerja sama dengan pesantren-pesantren mitra dan mengadakan pendalaman materi terkait Islam dan hak asasi manusia. “Anggota pesantren yang sudah mengikuti lokakarya kemudian menyebar pesan-pesan damai kepada pesantren lain dan warga di sekitar,” ujar Irfan.

Kurang aktif

Menurut Irfan, jumlah pesantren yang menebar semangat kebangsaan dan persaudaraan lebih banyak. Akan tetapi, mereka dinilai kurang aktif di ruang-ruang publik untuk menyosialisasikan nilai-nilai tersebut kepada khalayak lebih luas.

“Salah satu tujuan program ini ialah agar pesantren semakin aktif terlibat dengan masyarakat dan bisa memberi arahan cara beragama yang damai,” ucapnya.

Setelah mengikuti lokakarya selama dua hari di Jakarta, 30 kiai muda itu juga berkunjung ke MPR. Mereka disambut Ketua MPR Zulkifli Hasan yang menekankan pentingnya melakukan silaturahim terus-menerus di antara berbagai golongan agama, adat, dan sosial di Tanah Air.

Zulkifli menjelaskan, dengan berlangsungnya silaturahim, nilai Pancasila dan keagamaan bisa berjalan bahu-membahu. Jangan sampai tiap-tiap golongan menafsirkan Pancasila karena bisa disalahgunakan untuk mencapai tujuan golongan itu saja.

Di hadapan Zulkifli, para kiai muda membacakan deklarasi aliansi pesantren se-Jawa untuk penguatan Islam moderat. Ada lima butir pernyataan mereka. Pertama, pesantren berpegang teguh dan siap mempertahankan Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan menjunjung tinggi nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika.

Kedua, menyadari pentingnya menumbuhkan sikap saling menghargai keyakinan dan pandangan yang berbeda dalam kehidupan sosial, politik dan keagamaan. Ketiga, pentingnya membangun kesepahaman dan kesepakatan yang terus-menerus di tengah umat dan bangsa tentang urgensi Pancasila.

Keempat, mendorong pemerintah dan lembaga negara untuk bergandengan tangan dengan kekuatan civil society dalam menegakkan amanat menjaga keutuhan NKRI serta memelihara kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis. Kelima, pesantren bertekad saling mendukung dalam menjalankan aksi nyata mencegah dan menolak ekstremisme melalui penguatan sikap keagamaan yang tasamuh (toleran) dan tawassuth (moderat) di masyarakat. (DNE/ivv)

 

Berita ini dimuat di: https://kompas.id/baca/dikbud/2017/06/09/pesantren-agar-sebar-perdamaian/

  • 0 comment
  • Read 105 times
Login to post comments