Pesantrenforpeace.com – Bandung – Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bekerja sama dengan Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS) berkomitmen untuk melanjutkan program PFP dengan tema ”Pesantren for Peace: a Project Supporting the Role of Indonesian Islamic Schools to Promote Civil-Human Rights and to Counter Extremist Narratives”. Kegiatan awal dari program lanjutan Pesantren for Peace ini yaitu Workshop dengan tema “Penguatan Peran Pesantren dalam Promosi HAM melalui Kontra Narasi Ekstremis”. Workshop ini diselenggarakan pada tanggal 23-25 Agustus 2017 di Hotel Scarlet, Bandung.

 

Tujuan Workshop ini adalah untuk mendiskusikan secara mendalam konsep dan teori Narasi Ekstremis dan Kontra Narasi Ekstremis, Menggali pengalaman pesantren dalam melakukan Kontra Narasi Ekstremis, serta merumuskan materi Narasi Ekstremis dan Kontra Narasi Ekstremis.

Peserta workshop ini merupakan 30 ustadz/ustadzah yang secara aktif terlibat sebagai trainer di berbagai kegiatan Pesantren for Peace di 5 provinsi di Pulau Jawa (Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DI Yogyakarta dan Jabodetabek).

Pendekatan yang digunakan dalam workshop ini yaitu dengan mengkombinasikan sesi penyampaian materi oleh narasumber yang kompeten di bidang Kontra Narasi Ekstremis  dan sesi diskusi kelompok.

Hadir dalam kegiatan ini perwakilan dari Konrad-Adenauer-Stiftung (KAS), Sarah Sabina Hasbar dan Direktur CSRC, Irfan Abubakar yang menyampaikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan Workshop. Serta beberapa Narasumber ahli yang menyampaikan materi di setiap sesinya, diantaranya Dr. Chaider S. Bamualim, MA (UKP-Pemantapan Ideologi Pancasila) yang menyampaikan materi “Konstruksi Narasi Ekstremis dan Counternya dalam perspektif Teoritis”; Dr. Abdul Moqsith Ghazali (The Wahid Institute) yang menyampaikan materi “Narasi Keislaman di Pesantren dalam Kapasitasnya Menangkal Ekstremisme”; Dr. Zaki Mubarak (FISIP UIN Jakarta) dan Irfan Abubakar, MA membahas tentang Analisis contoh Narasi Ekstremis dan Counternya; serta Irfan Amalee, MA (Gerakan Islam Cinta) dan Imam Malik (BNPT) yang membahas tentang Strategi menagkal Narasi Ekstremis. Sedangkan untuk Sesi Diskusi kelompok, hadir sebagai fasilitator diskusi Rita Pranawati, Junaidi Simun dan Muchtadlirin.

Demikian kegiatan Workshop ini diselenggarakan, harapannya dengan terselenggaranya workshop ini dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan Ustadz/ustadzah pesantren tentang konsep dan teori narasi ekstremis dan kontra narasi ekstremis, tergalinya pengalaman pesantren dalam melakukan kontra narasi ekstremis, serta tersedianya rumusan materi narasi ekstremis dan kontra narasi ekstremis.[LH]

 

 

 

  • 0 comment
  • Read 122 times
Login to post comments