Kontroversi menyangkut aliran Ahmadiyah di Indonesia dalam 10 tahun terakhir telah berubah menjadi kekerasan massa yang menelan korban jiwa dan harta benda. Kekerasan ini ditengarai bersumber dari perbedaan doktrin Sunni atau Ahli Sunnah wal-Jamaah yang dianut oleh mayoritas kaum Muslim Indonesia dengan doktrin Ahmadiyah mengenai status atau kedudukan Nabi Muhammad vis a vis Mirza Ghulam Ahmad. Bagi kaum muslim Sunni, Nabi Muhammad ialah nabi terakhir yang diutus Tuhan, dan tidak ada nabi lagi setelahnya. Sementara bagi penganut aliran Ahmadiyah, yang biasa disebut Ahmadi, Mirza Ghulam Ahmad adalah juga seorang nabi utusan Tuhan, walaupun tidak membawa syariat baru. Pengikut Sunni tidak dapat menerima doktrin kenabian Mirza Ghulam Ahmad, bagaimanapun penjelasannya. Pengakuan adanya nabi setelah Muhammad itulah yang menjadi sumber kontroversi di kalangan kaum Muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, dan belakangan merebak menjadi kekerasan berdarah dan menjurus pada pelanggaran hak-hak asasi manusia (HAM).

 

Untuk laporan versi lengkapnya, download link berikut:

Laporan Field Trip Jakarta

 

  • 0 comment
  • Read 527 times
Login to post comments